berita HEADLINE

Bencana Masih Menghantui Kediri

Ancam Fasilitas Umun dan Rumah Warga

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran

Hingga saat ini, potensi bencana alam masih menghantui wilayah Kediri. Faktor cuaca ekstrem yang tidak menentu menjadi penyebab utamanya. Masyarakat diminta waspada lantaran bencana alam mengancam keberadaan fasilitas umum, rumah, hingga keselamatan warga.

——-

Salah satu dampak bencana alam adalah kerusakan pada bangunan. Misalnya yang terjadi di Kabupaten Kediri, bencana membuat amblesnya bangunan sekolah TK Darussalam yang berada di Desa Tawang Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Amblesnya fondasi TK terjadi pada 3 April 2018 lalu.

Sebelum fondasi sekolah ambles, hujan yang cukup deras seharian melanda di daerah tersebut. Tiba-tiba konstruksi dasar bangunan yang berdiri sejak 2010 itu ambrol. Akibatnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) terganggu. Para murid terpaksa dipindahkan di serambi masjid terdekat agar bisa tetap belajar. “Awalnya, lingkungan ini memang sebelumnya hujan cukup deras sekali hingga mengakibatkan banjir dengan ketinggian 1 – 2 meter. Dengan ketinggian air sebesar itu, akhirnya air terus menggerus sisi bangunan sekolah TK Darussalam yang pada akhirnya membuat sekolah ini mengalami roboh pada pondasi sekolah. Atas kejadian ini, hingga sementara waktu yang tidak bisa ditentukan, proses belajar mengajar kita lakukan di sekitar lokasi serambi masjid dekat dengan sekolahan,” ungkap Neti Rahayu Purwaningsih, Kepala TK Darussalam Desa Tawang.

Pantauan tim liputan Tabloid Demonstran, tanah yang berdekatan dengan fondasi dan dinding gedung TK ambles dengan diameter lubang mencapai tiga meter dan kedalaman sekitar satu setengah meter. Namun, kemungkinan besar diameter dan kedalaman tanah yang ambles itu bisa bertambah. Terlebih bila terjadi hujan deras.

Yang juga mengkhawatirkan, jarak lokasi yang ambles itu dengan sungai tak terlalu jauh. Hanya sekitar enam meter. Sungai itu persis di belakang gedung TK tersebut.

Warga berusaha mengantisipasi hal buruk dengan membuat tangkis. Mereka memagari di sekeliling tanah yang ambles dengan karung berisi pasir. Karung berisi pasir itu pula yang dibuat menguruk amblesan agar rata dengan tanah di

Sebenarnya, di sekitar lokasi ambles ada beberapa pepohonan. Namun, pohon-pohon itu ternyata tak cukup kuat menahan laju amblesnya tanah. Lubang mengangga pun tak bisa terhindarkan.

Jumlah siswa di TK Darussalam mencapai total 138 anak. Terdiri dari siswa kelompok TK A, TK B, dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Pemindahan tempat KMB itu sebagai antisipasi karena pihaknya khawatir amblesan merembet dan semakin lebar. Meskipun begitu KBM tetap dilaksanakan walau tak berjalan semaksimal di ruang kelas TK Darussalam. 

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Rendy Agatha mengatakan berdasarkan keterangan BMKG, pada bulan januari hingga April ini, Kediri masih akan berstatus rawan bencana. Kerawanan bencana sendiri bisa karena longsor, angin puting beliung, dan banjir. “Kami mencatat selama bulan Januari hingga April ini terdapat 54 kejadian kebencanaan. Yakni terdiri dari 16 tanah longsor, 31 banjir dan angin puting beliung 7 kejadian,” ungkapnya. “Jadi saya berpesan kepada masyarakat untuk bisa berhati hati dan tanggap akan bahaya bencana alam yang mengancam,” imbuh Rendy.

Amuk Puting Beliung

Ancaman bencana alam juga memghantui wilayah Kota Kediri. Salah satu potensi bencana yang terjadi adalah angin puting beliung. Yang terbaru, puting beliung ‘mengamuk’ di wilayah Mojoroto gang 7 Kota Kediri. Puluhan rumah disapu angin kencang. Pohon – pohon juga tumbang dan mengenai pesepeda yang tengah melintas. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. “Kami langsung menuju ke TKP dan membantu evakuasi serta memberikan bantuan sembako  dan lainnya yang dibutuhkan warga,” ucap Adhi Sutrisno Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri.

Dalam kejadian angin puting beliung pekan kemarin, satu rumah rusak berat karena tertimpa pohon, sedangkan untuk korban jiwa tidak ada. Hanya korban luka ringan serta satu luka sedang yang perlu di rawat inap. “Korban sudah menerima bantuan, sebanyak 45 KK yang terdampak bencana putting beliung sudah menerima bantuan berupa sembako dari pihak BPBD Kota Kediri,” lanjutnya.

Antisipasi terhadap bencana angin puting beliung serta banjir di kota Kediri pihak BPBD Kota Kediri menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat hujan turun, serta memberikan masukan terhadap pihak terkait untuk memangkas pohon-pohon yang usianya sudah tua. “Kami sudah memberikan himbauan untuk masyarakat serta pihak terkait, kita juga sudah memberikan himbaun melalui media massa maupun tv dan radio,” jelasnya.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *