berita POLITIK

Akui kesalahan Saat Debat Calon Walikota Kediri, KPU Minta Maaf

Kediri,  demonstran.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri meminta maaf kepada masyarakat Kota Kediri, atas kejadian yang kurang menyenangkan saat penayangan ajang Debat Publik Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri, yang diselenggarakan kemarin malam, Senin (23/4/2018).
Pernyataan maaf ini diungkapkan oleh Agus Rofiq Ketua KPU Kota Kediri saat dilakukannya Press Realese bersama seluruh awak media di Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kota Kediri, Selasa (24/4).
“Kami atas nama KPU Kota Kediri beserta crew yang bertugas mengucapkan perminta maaf kami kepada masyarakat Kota Kediri, atas insiden yang terjadi saat digelarnya debat publik pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri kemarin malam.
Semua itu pyur dari kelalaian kami dan tidak ada unsur secara disengaja. Atas kejadian ini, tentunya ini menjadikan bahan evaluasi bagi kami dalam menggelar debat publik kedua yang akan berlangsung pada 22 Juni 2018 mendatang,” kata Gus Rofiq panggilan akrab ketua KPU Kota Kediri ini.
Masih kata Agus Rofiq, kami segenap pengurus yang terlibat di dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) telah melakukan evaluasi terkait permasalahan yang terjadi pada kemarin malam.
“Intinya, permasalahan yang terjadi pada debat publik seasion pertama itu menjadikan kajian bagi kita bersama dalam menyongsong penyelenggaran debat publik yang kedua. Supaya dalam penyelenggaraan itu nanti mampu berlangsung lebih baik lagi dan tidak ada permasalahan-permasalahan lagi,” ungkapnya.
Saat ditanya apakah KPU Kota Kediri dalam ajang debat publik kedua nanti masih tetap menggunakan media televisi tersebut. Agus Rofiq mengaku, tidak.
“Karena sesuai dengan teken kontrak kesepakatan memang hanya menggunakan 1 kali penayangan saja,” jelas Agus Rofiq.
    Diketahui dalam ajang debat publik pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kediri seasion pertama, memang terjadi insiden permasalahan yang dimana pendukung pasangan nomor urut 1 dan 3 memprotes terhadap penayangan secara live debat publik yang dinilai ada kepentingan secara pribadi terhadap pasangan calon nomor urut 2. Sehingga dalam penayangannya hanya terfokus pada paslon nomor urut 2 saja. Sedangkan paslon 1 dan 3 hanya beberapa saja.
Dalam debat pilwali yang dihadiri oleh ketiga paslon  yakni paslon 1 Aizzudin Abdurrahman – Sujono Teguh Wijaya, paslon 2 Abu Bakar – Lilik Muhibbah yang merupakan paslon petahana serta paslo ke 3 Samsul Ashar – Teguh Junaidi. (glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *