berita POLITIK

Aktifis GERAK Gruduk Kejaksaan Kota Kediri

Kediri, demonstran.com – Kejaksaan Negeri Kota Kediri dinilai lamban dalam penanganan sebuah kasus. Mungkin kata-kata seperti itulah yang muncul dan diucapkan oleh para aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini, Senin (9/4/2018) di depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Kata-kata Kajari Kota Kediri “lamban” ini muncul, karena hingga detik ini Kajari Kota Kediri dinilai tak ada gerakan sama sekali dalam menindak lanjuti dan mengungkap kasus yang sempat beberapa bulan kemarin dilapori oleh para aktivis yang mengatakan dirinya sebagai Gerakan Rakyat Anti Korupsi Kediri (Gerak).
Diketahui dalam laporan itu terdapat 3 perihal kasus yang tengah di soroti di wilayah Kota Kediri, diantaranya, kasus pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang disinyalir dalam pembangunan RTH itu tak disertai izin dan melanggar aturan pembangunan. Berikutnya mengenai pembangunan pasar Setono Betek yang dimana dalam pembangunannya tanpa mengindahkan proses lelang bangunan pada saat pembongkaran pasar, lalu selanjutnya terhadap permasalahan gaji karyawan BPJS Kota Kediri yang dinilai tak sesuai dengan ketentuan standarisasi atau upah minimal kerja (UMK).
“Kajari Kota Kediri masuk angin. Bagaimana tidak, laporan kami yang sudah hampir setengah tahun itu hingga saat ini tidak ada kelanjutannya. Padahal kami selaku masyarakat menginginkan terhadap hasil penyelidikan itu. Kami menduga, semua dari laporan kasus yang kita sampaikan itu ada unsur tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan pembangunan ,” kata Revi Pandega ketua koordinator aksi.
Terlebih pada pembangunan RTH yang di bangun diarea Sungai Brantas. Padahal kalau kita telaah lebih jauh, suatu pendirian bangunan yang bersifat permanen ataupun semi permanen yang berdiri diarea lokasi sempadan aliran sungai itu jelas melanggar undang-undang yang berlaku. Hal tersebut tertulis di Pasal 94 ayat (1) UU nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Namun nyatanya Pemkot Kediri tetap membangunnya,” ungkap Revi dengan geleng-geleng kepala.
Sementara itu dalam aksi ini berhasil ditemui oleh Yudi Istiono Kasi Intel Kajari Kota Kediri. Dalam jawabannya ia mengaku Kepala Kajari pada hari ini sedang tidak ada dikantor. Beliau sedang ada kunjungan di Kejaksaan Negeri Jawa Timur.
“Sementara mengenai aksi pada hari ini, saya siap menerima dan melaporkan hasil dari apa yang menjadi laporan pada aksi ini,” katanya dihadapan para aksi unjuk rasa.
Masih kata Yudi Istiono, bahwa saat ini pihaknya masih terus menyelidiki terkait beberapa dugaan korupsi dari laporan tersebut.
“Pihak kami masih memproses dari semua laporan dugaan kasus, apa ada unsur pidana atau tidak. Kami sejauh ini masih melakukan penyelidikan, namun karena minimnya data yang disampaikan kepada kami. Pihak Kejaksaan juga merasa kesulitan untuk melakukan langkah-langkah. Akan tetapi, bila teman-teman ini masih belum puas dengan jawaban kami. Silahkan laporkan ke Kejati atau Kepolisian,” terangnya.
Massa yang tidak puas akan jawaban dan tidak berhasil bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, akhirnya massa lebih memilih untuk menginap dan menunggu di kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri selama satu minggu kedepan. Mereka lebih memilih menunggu Kepala Kajari Kota Kediri untuk memberikan penjelasan terhadap penanganan Kejaksaan sejauh ini.(yy/glh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.