berita Olah Raga

Persikmania dan LSM Kota Kediri, Kritisi Management Persik Kediri

Kediri, demonstran.com – Atas semakin menurunnya prestasi yang dimiliki oleh tim kebanggaan asal kota tahu Persik Kediri. Membuat Persikmania sebutan pendukung fanatik tim Persik Kediri bergolak.
Hal itu ditunjukkan dalam pertemuan malam hari ini, Sabtu (7/4/2018) yang berlangsung di Delicius Restaurant and Ballroom tepatnya di Jl. Hayam Wuruk Dandangan Kota Kediri, yang dimana puluhan Persikmania berkumpul menjadi satu dalam pembahasan nasib Persik Kediri kedepan.
Dalam pertemuan yang bertemakan “Menembus Kegagalan Meraih Kejayaan” ini, puluhan Persikmania menilai didalam masa kepengurusan management Persik Kediri hingga masa jabatan periode 2018 dinilai tak layak dan cacat kepengurusan.
Sebab, hingga detik ini prestasi Persik Kediri justru makin hari kian menurun. Terlebih saat ini yang terjun bebas di kasta terbawah pada badan liga yang diselenggarakan oleh Indonesia yakni liga. tiga.
“Kepengurusan management Persik Kediri tak pecus dalam melakukan pengelolaan tim. Mereka seolah-olah hanya menopangi tim ini saja dalam mencari sebuah uang,” kata Tomi Ariwibo Ketua pelaksana forum rembug dalam pertemuan malam hari ini.
“Alhasil, tim kebanggaan Kota Kediri yang menjadi korbannya. Padahal skuat macan putih (julukan tim Persik Kediri) sudah merupakan bagian dari hiburan warga Kediri bahkan sudah menjadi suatu harga diri dari kiblat kota ini. Namun nyatanya, management justru tak bisa berbuat apa-apa,” ujar Tomi yang juga seorang LSM Kota Kediri.
Masih kata Tomi, atas kecacatan kepengurusan dilini management tim. Kami berpendapat, agar tim Persik Kediri supaya dikelola oleh masyarakat saja bukan Pemkot Kediri atau pilihan lainnya yakni Persik kita jual saja ke perusahaan asing yang mau membiayai tim ini.
“Saya kira itu semua tak sulit untuk diwujudkan. Kalau kita melihat dalam aturan liga, sebuah tim dalam mengarungi sebuah kompetisi  membutuhkan anggaran sekitar kurang lebihnya 20 M.
Nah, dari situ kita sebenarnya mudah untuk memenuhi jumlah dari anggaran tersebut. Kita hanya butuh 200 ribu lembar saham saja yang kita kumpulkan dari masyarakat. Misalkan, per fans kita tarik 4 saham dalam jumlah nominal seratus ribuan, saya kira itu tak sulit dan mereka pasti mau untuk memberikan sumbangsih kepada tim kecintaannya yang berdampak pada modal tim yang terpenuhi.
Lalu siapa nanti yang menjadi pengurusnya.  “Ya dari pemberi saham terbanyak dalam sumbansih itu yang nantinya akan menjadi direktur utamanya,” kata Tomi menjelaskan kepada tim Tabloid Demonstran.
Lebih lanjut Tomi mengatakan, kami ingin adanya perubahan ditingkat management persik. Kalau managementnya tetap seperti ini terus, Persik Kediri tak bisa berkembang dan justru akan merosot terus menerus.
“Yang jelas, kami akan koordinasikan dulu dengan teman – teman Persikmania secara keseluruhan. Ini yang datang masih sebagian saja. Kalau informasi ini telah sampai dan diterima oleh keseluruhan Persikmania. Kami akan datangi management Persik secara bersama-sama untuk meminta kejelasan. Apakah tim Persik Kediri tetap mereka pegang asal dengan catatan Persik bisa kembali berjaya atau diserahkan kepada kami yakni kepada masyarakat yang akan mengelola tim ini,” pungkas Tomi
Sementara itu Laserin pria yang kerap kita kenal sebagai seorang score boi saat pertandingan Persik Kediri berlaga (orang yang bertugas pada bagian papan score) mengaku malu atas prestasi yang ditorehkan oleh tim Persik Kediri. Ia malu, tim kebanggaannya bisa berada dikasta terbawah di liga Indonesia.
“Terlebih rasa malu tersebut semakin menjadi setelah pada hasil di dua pertandingan ujicoba kemarin yang dilakoni oleh Persik Kediri saat bertandang di Jombang dan Madiun, yang dimana dalam hasil tersebut Persik Kediri menelan hasil kekalahan secara beruntun,” kata Laserin mewakili barisan Persikmania.
“Ini bukan tim Persik”. Persik yang saya tahu mempunyai pemain yang memiliki kualitas bagus-bagus, bukan seperti ini. Saya menilai, hal ini karena dampak dari mangement kepengurusan yang tidak benar. Seolah -seolah management tak serius dalam membangun tim Persik. Mereka tampak hanya sekedar mengisi jabatan kursi yang kosong saja. Namun tak diiringi dengan tekad untuk membangun Persik Kediri menjadi lebih baik. Hal itu bisa terlihat dari kualitas pemain dan prestasi Persik Kediri yang kian hari kian merosot saja,” ungkapnya.
Kami menginginkan management yang loyal terhadap Persik. Kami ingin management yang bisa membuat Persik Kediri kembali muncul di kasta tertinggi sepakbola Indonesia yakni Liga. 1. Maka dari itu bila itu perlu dimulai dari perombakan kepengurusan baru, kami akan melakukan hal itu dengan menggelar aksi turun kebawah untuk meminta management Persik Kediri untuk turun dalam jabatannya,” tegas Laserin.
Terpisah, Menteri Pemuda dan OlahRaga (Menpora) yang sempat hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa dahulu Persik menjadi barometer kejayaan sepakbola di Jawa Timur dan juga menjadi momok bagi tim tandingannya.
“Parameter itu harusnya menjadi semangat kembali bagi pengelola Persik agar kejayaan Persik terulang kembali di masa mendatang dan bisa masuk di Liga 1 dengan pra syarat profesional yang harus dipenuhi,” ujar Menpora.
Kediri adalah daerah yang memiliki peluang besar mampu mengembalikan kejayaan Persik karena masyarakatnya yang sangat antusias dalam hal Sepak Bola
“Masyarakatnya Persik ini gila bola belum lagi Persik Mania suporter yang fanatik tetapi baik baik, damai dan tenang,” tuturnya.
Pra syarat yang penting dan harus dipenuhi lanjut Menpora adalah kejujuran dan kepercayaan. “Klub bisa besar jika ada kepercayaan dari para pengurusnya, menejemen yang baik, suporternya, sponsornya hingga regulasi yang dibuat dikawal bersama-sama, mari berjuang bersama agar Persik ini masuk di Liga 1,” tukasnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.