berita KRIMINAL

BNN Bersama Bea Cukai Kota Kediri Amankan Paket Dari Luar Negeri

Kediri, demonstran.com Badan Narkotika Nasinonal (BNN) bersama Bea Cukai Kota Kediri berhasil amankan paket kiriman asal luar negeri yang diduga paket kiriman tersebut merupakan bahan baku pembuatan Narkoba.
“Diketahui, paket kiriman tersebut dikirim dari negara Belanda dengan arah tujuan paket adalah Kota Kediri yang terkirim tertanggal (21/3/2018),” kata Bunawar Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Kediri, saat dilakukan press release pada, Selasa (3/4/2018).
Bunawar menjelaskan, setelah dilakukannnya pengecekan lebih mendalam, paket ini tertuju kepada rumah (DR) Jalan KDP Slamet No. 43 Kota Kediri Jawa Timur 64114. Sedangkan terkait dari isi didalam paket itu sendiri terdapat 2 jenis botol cairan yang berbeda. Yang dimana kedua cairan tersebut setelah dilakukan uji tes di Labolatorium BPIP Surabaya dengan menggunakan alat Narcotest salah satu botol tersebut positif berisikan cairan yang mengandung Pseudoephedrine.
“Cairan Pseudoephedrine ini merupakan cairan bahan dasar sebagai campuran untuk membuat sebuah Narkotika jenis sabu – sabu,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bunawar mengatakan, setelah terbukti positif mengandung zat berbahaya, kami bersama Bea Cukai dan dibantu dengan  Satresnarkoba Polres Kediri Kota melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penangkapan dan introgasi kepada DR ia mengaku, membeli cairan itu untuk keperluan pembuatan poto/lukisan di tokopedia.com, dan pada akhirnya ia menemukan sebuah lapak yang menjual cairan tersebut. Namun dikarenakan barang tidak tersedia. Akhirnya DR berhubungan telephone dengan si pelapak dan diarahkan untuk ke Aliexpress.com. Di Aliexpress. com tersebut DR menemukan lapak bernama Codyshow Store yang menjual cairan tersebut. Kemudian DR ini memesan dengan kode pesanan 90027214550990, namun ternyata barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan,” beber Bunawar kepada awak media yang melakukan peliputan.
Saat ditanya apakah DR ini sebelumnya pernah terlibat didalam kasus Narkotika. Bunawar mengaku, tidak, ini baru pertama kalinya. Dan pada saat kita lakukan tes urin DR ini tidak terbukti pernah mengkonsumsi obat – obatan berjenis narkotika,” terangnya.
Sementara itu aku Bunawar, BNN masih akan melakukan penyelidikan lebih mendalam ini terhadap permasalahan kasus ini. Dan kami akan mencoba untuk  mengidentifikasi lokasi dimana online shop itu berada. Sementara untuk DR sendiri kita masih belum bisa menetapkan sebagai pelaku, karena kurang didapati bukti yang kuat. Yang jelas DR masih akan tetap kami introgasi untuk mendapatkan informasi yang kuat dalam menindak lanjuti kasus ini,” tegasnya.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.