berita HEADLINE

Uang Nasabah BRI Raib Misterius

Total Ratusan Juta Rupiah, Polisi Turun Tangan

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran

Uang puluhan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) raib secara misterius. Kasus itu terjadi di BRI wilayah Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Senin (12/3) pagi, para nasabah mendatangi bank untuk melaporkan kasus itu.

Informasi yang dihimpun, raibnya uang di tabungan nasabah itu bermula dari pesan singkat transaksi yang terkirim di ponsel mereka. Setelah dilakukan pengecekan ternyata pesan tersebut benar adanya.

Salah satu nasabah asal Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih yang enggan disebut namanya mengatakan, mendapatkan pesan singkat pada Minggu (11/3) sekitar pukul 10.00 WIB. “SMS itu tertulis uang saya hilang Rp 5 juta. Setelah saya cek ternyata benar,” katanya.

Irwan Priyono, nasabah lain yang juga warga Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri juga mengalami hal serupa. Dia mendapatkan pesan singkat itu pada Minggu (11/3) sekitar pukul 11.45 WIB. “Pas makanan ayam habis, pas uang juga hilang,” katanya.

Pasca kasus itu, ATM milik Irwan langsung diblokir. Dia hanya berharap uang di ATM miliknya bisa kembali. “Katanya petugas, kalau itu kesalahan bank, uang maksimal 20 hari kerja bisa kembali,” ujarnya.

Pihak BRI sendiri langsung bertindak. Kejadian itu telah dilaporkan ke kantor pusat BRI di Jakarta untuk ditelusuri. Pihak bank juga melakukan pemblokiran ATM sementara agar uang tidak bisa diambil pihak yang tidak bertanggungjawab.

BRI mencatat, kasus tersebut terjadi di Ngadiluwih. Terbanyak terjadi di Unit Purwokerto. Ada sekitar 34 nasabah di unit itu yang kehilangan uang tabungan. Lalu di Unit Ngadiluwih 23 nasabah melaporkan kehilangan uang. Di Unit Kras 8 nasabah kehilangan uang. Dan Unit Pelas 2 nasabah. Total uang yang hilang ditaksir ratusan juta rupiah.

Asisten Manajer Operasional BRI Cabang Kediri, Sumarsono mengatakan, uang nasabah yang hilang itu kemungkinan besar akan kembali. Pasalnya, belajar dari kejadian di daerah lain uang nasabah yang hilang secara tiba-tiba itu bisa kembali. Pihaknya meminta nasabah untuk bersabar, maksimal 20 hari masa kerja uang itu bisa dikembalikan kepada nasabah. “BRI akan mengganti itu. Pengalaman kita di daerah lain yang hampir sama seperti ini, uang itu bisa kembali. Prosedur kita, maksimal 20 hari kerja uang itu akan kembali ke nasabah masing-masing,” jelasnya.

Polisi Terima 33 Laporan

Menyusul raibnya uang puluhan nasabah BRI, Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan mengungkapkan sejak Senin (12/3) hingga Selasa (13/3), Polsek Ngadiluwih telah menerima 33 laporan. Petugas langsung melakukan penyelidikan dan melakukan koordinasi dengan pihak BRI. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak bank mengenai kasus ini. Kita sudah melakukan pengecekan di beberapa ATM di Kecamatan Ngadiluwih,” ungkap AKBP Erick.

Untuk langkah antisipasi agar tidak semakin banyak korban, pihak kepolisian meminta para nasabah mengecek saldo mereka melalui ATM. Para nasabah kemudian dianjurkan menganti PIN ATM mereka dengan PIN yang baru. Hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui penyebab tersedotnya uang nasabah. “Sebagai langkah antisipasi bertambahnya korban, kami meminta para nasabah melakukan pengecekan saldo dan segera mengganti PIN ATM,” harap AKBP Erick.

Lalu apakah kasus raibnya uang nasabah juga terjadi di wilayah kecamatan lain ?  Mengenai hal tersebut AKBP Erick mengungkapkan pihaknya belum menerima laporan. Sejauh ini kasus tersebut masih dialami oleh nasabah BRI di Kecamatan Ngadiluwih. “Untuk wilayah lain belum ada laporan yang masuk. Sejauh ini baru 33 laporan rekening yang hilang. Untuk kerugian kita belum bisa memprediksi,” tegas AKBP Erick.

AKBP Erick menambahkan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pidana khusus Polda Jatim. Apakah kasus tersebut merupakan sindikat kejahatan perbankkan pihaknya masih belum bisa memastikan.

Polda Turunkan Tim Khusus

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Subdit Perbankan menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus raibnya uang tabungan puluhan nasabah BRI di Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Penyelidikan diarahkan pada dugaan kejahatan perbankan, termasuk kemungkinan dugaan adanya oknum internal yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, mengatakan, berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan diketahui raibnya uang tersebut dialami lebih dari 30 nasabah. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menguak misteri hilangnya uang nasabah tersebut. “Tertanggal 12 Maret 2018, Ditreskrimsus Polda Jatim Subdit Perbankan menurunkan tim sesuai perintah direktur. Didapatkan beberapa perkembangan, lebih dari 30 nasabah. Kemungkinan jumlah itu akan terus bertambah,” jelasnya,  Rabu (14/3).

Frans enggan berkomentar lebih jauh ketika disinggung modus yang dilakukan. Namun tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan internal bank. “Baru Rabu (14/3) pagi bekerjanya. Untuk menelusuri sebenarnya apakah oknum internal yang melakukannya atau dari luar,” jelasnya.

Tim penyidik Subdit Perbankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim masih mendalami kasus raibnya uang puluhan nasabah BRI di Kabupaten Kediri. Hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan bahan dan keterangan untuk menguak masalah itu.

AKBP Indra Mardiana, Kasubdit 2 Tindak Pidana Perbankan Pencucian Uang dan Kejahatan Dunia Maya Ditreskrimsus Polda Jatim mengatakan, masih melakukan penelusuran informasi di lapangan. Informasi itu meliputi alur kejadian yang membuat puluhan nasabah kehilangan uang di tabungannya.

“Kami dalam rangka pulbaket. Kami juga ngecek ke sana (Kabupaten Kediri) ceritanya itu bagaimana. Kami masih menelusuri laporan yang didapat. Kami masih menelusuri laporan yang didapat dan kami belum bisa memastikan mana yang salah, apakah pihak bank maupun masyarakat,” jelasnya, Kamis (15/3).

Sejauh ini, menurut Indra, pihak BRI juga akan  mengembalikan puluhan uang nasabah dengan jumlah mencapai Rp 145 juta. Jumlah itu merupakan pengganti uang nasabah yang hilang di Kantor Cabang Unit (KCU) Ngadiluwih dan Purwokerto. “Faktanya sudah ada yang dikembalikan dari 33 nasabah dan 45 nasabah di dua unit dengan total sekitar Rp 145 juta. Kami masih pulbaket, karena belum ada laporan dari nasabah. Nasabah tidak ada laporan ke polisi, selain itu dari pihak BRI informasi yang ada juga sudah ada yang mengembalikan uang nasabah,” imbuhnya.

Sementara itu, raibnya uang nasabah di Bank Rakyat Indonesia (BRI) secara misterius mendapat tanggakan dari praktisi hukum perbankan. Dosen Hukum Perbankan UNISKA Kediri, Trinas Dwi Hariyana mengatakan, sebagai bentuk kepercayaan, bank wajib mengembalikan uang yang hilang tersebut. Hal ini sudah tertuang dalam perjanjian antara pihak nasabah dengan bank sebelum melakukan penyimpanan uang di bank tersebut. “Dalam kasus kehilangan seperti ini selama itu bukan kesalahan dari nasabah jadi bank tetap wajib mengembalikannya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat,” jelasnya.

Kasus hilangnya uang pada Bank BRI di Kediri banyak diduga karena perilaku hacker maupun skimmer. Menurut Trinas, hal itu bukan alasan untuk menggugurkan kewajiban bank mengembalikan uang nasabah. Pasalnya, nasabah sudah memberikan kewenangan kepada bank untuk menjaga uang mereka. “Kalau misalnya ternyata banknya tidak bisa menjaga walaupun itu bukan kesalahan dari bank ya tetep diganti. Maka inilah gunanya bank harus bisa menjamin uang nasabah, ini bentuk dari perlindungan konsumen dan menjaga kepercayaan masyarakat pada bank itu sendiri,” tambahnya.

Meski demikian, Trinas mengingatkan kepada nasabah untuk menjaga simpanannya sendiri dengan berhati-hati saat melakukan transaksi dan menjaga kerahasiaan PIN. “Bukan hanya bank, tapi nasabah juga bisaaware dan bank juga bisa sosialisasi. Sebenarnya, yang jadi sasaran skimming itu adalah bank yang jauh dari jangkauan penjagaan. Itulah yang rawan, seharusnya dari nasabah sendiri bisa aware dengan mencari ATM yang aman. Dan juga bank juga harus bisa menjaga kewaspadaan dengan cara mengupdate sistem keamanan yang terbaru,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *