berita EKONOMI

Pedagang Mengeluh Anjloknya Penjualan

Tergencet Kabar Melon Terkontaminasi Bakteri

Kediri, demonstran.com – Tersiarnya kabar melon yang terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes membuat penjualan melon mengalami penurunan. Tak tanggung – tanggung, penurunan penjualan mencapai 75 persen dibanding saat normal.

Sulkan (34), salah satu pedagang melon yang ada di area Pasar Grosir Kelurahan Ngronggo Kota Kediri mengatakan, sejak beredarnya kabar tentang melon yang mengandung bakteri tersebut penjualannya berangsur menurun. Konsumen menjadi was – was dan memilih menghentikan konsumsi melon. “Biasanya sehari bisa menjual 5 ton. Sekarang 5 ton bisa 4 sampai 5 hari baru habis,” ujarnya, Senin (12/3).

Selain mengalami penurunan penjualan, harga melon tersebut juga mengalami penurunan drastis. Sebelumnya, harga melon dapat mencapai Rp 12 ribu per kilogram, sedangkan saat ini, hanya berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogramnya. “Harganya juga turun. Kisaran harga yang ada menyesuaikan dengan kondisi dan ukuran buahnya,” tuturnya.

“Padahal melon yang dikabarkan ada bakterinya adalah melon impor. Sedangkan melon – melon yang ada di sini melon lokal semua. Tiga hari yang lalu ada polisi yang membeli melon ini dan diperiksa di laboratorium dan hasilnya tidak ada bakterinya,” sambung Sulkan.

Dia dan pedagang melon lainnya berharap agar kondisi seperti ini segera distabilkan. Mereka khawatir jika terus dibiarkan, para petani dan pedagang melon di Karesidenan Kediri dapat bangkrut. (hya/ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *