berita REFLEKSI

Museum Tsunami, Keharuan Dibalik Kemegahan Gedung

Catatan Perjalanan Tabloid Demonstran ke Ujung Barat Indonesia (3)

Salah satu pengalaman yang sangat berkesan dan perlu diketahui bagi banyak orang adalah ketika kami berkunjung ke ujung barat Indonesia. Aceh dan Sabang adalah tempat yang menyimpan banyak cerita. Kami berharap pengalaman ini bisa membawa manfaat bagi kami, bagi pembaca tabloid demonstran dan juga pengunjung www.demonstran.com

Museum Tsunami, Keharuan Dibalik Kemegahan Gedung

Puas mengitari Lampulo, saksi bisu tentang adanya keajaiban dibalik bencana tsunami, kita langsung meluncur menuju saksi buatan yang lebih mendalami bencana yaitu Museum Tsunami Aceh atau lebih tepatnya Aceh Tsunami Museum. Dari Lampulo menuju ke Museum hanya beberapa menit saja, tidak terlalu jauh. Apalagi di Kota Aceh jalanan tidak terlalu macet seperti di Surabaya maupun Jakarta. Sehingga perjalanan cukup lancar, dan bisa sambil melihat-lihat suasana Kota Aceh.
Museum Tsunami Aceh terletak di pusat kota Banda Aceh, tidak jauh dengan Masjid Raya Baiturrahman. Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum untuk mengenang kembali peristiwa tsunami yang maha dahysat yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2004 yang menelan korban lebih kurang 240,000 0rang
Gedung Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yang sekaligus merangkap panitia. Di antaranya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias sebagai penyandang anggaran bangunan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) sebagai penyandang anggaran perencanaan, studi isi dan penyediaan koleksi museum dan pedoman pengelolaan museum), Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai penyedia lahan dan pengelola museum, Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai penyedia sarana dan prasarana lingkungan museum dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) cabang NAD yang membantu penyelenggaraan sayembara prarencana museum.
Adapun fungsi Museum Tsunami Aceh ini antara lain adalah : 1. Sebagai objek sejarah, dimana museum tsunami akan menjadi pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami. 2. Sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami. 3. Sebagai warisan kepada generasi mendatang di Aceh dalam bentuk pesan bahwa di daerahnya pernah terjadi tsunami. 4. Untuk mengingatkan bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di “Cincin Api” Pasifik. Wilayah cincin api merupakan daerah yang sering diterjang gempa bumi yang dapat memicu tsunami.
Sesampai di depan museum, suasana kemegahan sudah tampak. Jika tidak terpampang tulisan Aceh Tsunami Museum, mungkin gedung ini bisa dianggap sebagai gedung bioskop yang besar ataupun perkantoran dengan desain gedung yang unik. Orang dari jauh akan tertarik untuk mendatangi dan melihat ataupun sekedar foto. Dan memang banyak tempat-tempat yang sangat baik untuk fotostop disitu. Tetapi begitu melihat tulisan di depan dan beberapa catatan yang terpampang, wajah pengunjung tidak bisa tersenyum lagi. Ingatan akan kembali pada peristiwa tahun 2004 yang lalu. Dimana ratusan ribu nyawa melayang akibat bencana maha dahsyat di sekitar kota ini. Dan tentu saja, kita pasti merenung ataupun sekedar menundukkan kepala begitu kita sampai di depan gedung ini.
Dan begitu siap, kita baru melangkah memasuki gedung dan melihat-lihat apa yang dipampang dan dipamerkan di gedung ini. Kemegahan, keunikan dan kekokohan gedung ini ternyata menyimpan keharuan dan kesedihan. Dan tentu saja, sepanjang perjalanan berkeliling kita akan terbawa ke masa-masa itu. Dan kita berfikir, apa yang dirasakan saudara-saudara kita saat itu……….. ( Nur Wakhid / bersambung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.