berita HEADLINE POLITIK

Dewan Khawatir, Warga Akan Terusir

Aksi Borong Tanah Terus Berlangsung

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran

Hingga saat ini, ternyata aksi pembelian tanah secara besar – besaran di tiga kecamatan wilayah barat Sungai Brantas Kabupaten Kediri masih terus berlangsung.Tak ayal, mencuat kekhawatiran warga di Kecamatan Banyakan, Grogol, danTarokan akan “terusir” dari kampong halamannya sendiri apabila aksi borong tanah tetap berlangsung.
———–

Kepada tim liputan Tabloid Demonstran, Sumarno, Sekretaris Desa (Sekdes) Tiron Kecamatan Banyakan menjelaskan bahwa hingga detik ini proses jual beli tanah di wilayah desanya masih terus berlangsung. “Berdasarkan data yang kami ketahui kurang lebihnya sekitar 50 – 80 hektar tanah di wilayah Tiron sudah habis terbeli oleh pihak yang mengatas namakan dirinya sebagai PT Bukit Dhoho Indah,” katanya.

Namun, saat ditanya pemanfaatan tanah yang diborong itu, Sumarno  mengaku tidak tahu. “Sebab dari pihak terkait hingga detik ini tidak ada koordinasi sama sekali dengan kami selaku perangkat desa. Namun bila mendengar beberapa informasi yang masuk, wilayah Tiron ini nantinya dijadikan lahan perluasan pengembangan pembangunan saja seperti taman maupun villa. Karena berdasarkan desas desusnya wilayah barat sungai mau dibangun Bandar udara,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Imam Solikin, Kepala Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan. Ia mengaku, luas tanah yang telah terbeli mencapai 50 hektare. “Kurang lebihnya sekitar 50 hektare dari tanah – tanah yang telah dibeli di wilayah Jatirejo,” ungkapnya.

“Sedangkan untuk tanah – tanah yang terbeli ini merupakan kawasan pertanian yang sebelumnya menjadi lahan mata pencaharian warga. Yang jelas untuk saat ini kurang lebihnya seperti itu dan untuk perkembangan terbarunya kami masih belum mengetahuinya,” ujarnya singkat.

Terpisah, Rohmat Wisuguh, Kepala Desa Bulusari Kecamatan Tarokan menyebut aksi borong tanah tidak hanya menyasar lahan pertanian, melainkan mulai menyentuh hunian warga. “Bukan hanya di lahan persawahan saja, namun hingga saat ini perkembangan terbarunya dalam aksi borong tanah tersebut sudah merambah kerumah – rumah penduduk,” jelasnya.

Luasnya tanah yang dibeli oleh pihak swasta tanpa disertai penjelasan yang gambling terkait rencana peruntukan pastinya memicu berbagai pertanyaan dan kekhawatiran. Hal itu pula yang menjadi perhatian kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, khususnya dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB).

FPKB meminta agar aksi borong tanah di wilayah barat Sungai Brantas harus dihentikan. Pemkab Kediri harus bersikap tegas menghentikan aksi pembelian tanah secara besar-besaran karena jika terus berlangsung secara terus menerus dan massif dikhawatirkan dapat menyebabkan masyarakat terusir dari tanah kelahirannya sendiri.

FPKB juga meminta, terkait kabar yang menyebut adanya rencana pembangunan bandara oleh PT Gudang Garam,  Pemkab Kediri harus segera memberikan kejelasan tentang perizinan dan penataan ruang. Hal ini mengingat sekarang masyarakat di lokasi pembebasan lahan sudah mulai resah akibat ketidakjelasan perencanaan.

Sementara itu, Kepala Desa Bakalan Sumar yayuk pada pemberitaan sebelumnya menyatakan bahwa peruntukan dan luasan tanah yang dibeli pihak ke tiga hingga saat ini belum ada kejelasan. Untuk itu dirinya berharap agar segera ada penjelasan terkait dengan peta wilayah yang akan dibebaskan.
“Desa kami hingga saat ini belum terkena, tetapi perbatasan dengan desa lain sudah. Informasinya juga akan segera masuk desa kami, tapi belum jelas,” kata Kades Yayuk saat hearing dengan komisi B yang lalu.
Menurut Yayuk, seharunsnya kalau ada perencanaan apapun, termasuk pembangunan bandara, harus ada penjelasan sebelumnya. Dan yang terpenting, agar jangan sampai warga sekitar nantinya dirugikan. “Harusnya ada MOU antara desa dan pihak ke tiga, sehingga nanti warga desa setempat tidak dirugikan. Syukur kalau ada kompensasi seperti pekerjaan dan lain-lain untuk warga desa sekitar,” katanya.
Sedangkan Rahmat Wisuguh, Kades Bulusari, Kecamatan Tarokan menyatakan bahwa saat ini pembelian tanah masih berlangsung, belum selesai. Hanya saja sudah tidak segencar beberapa waktu yang lalu. Dari data sementara yang sudah kami rekab, saat ini yang sudah terbeli sebanyak 172 bidang, dengan luas 39,3 Hektar. “Tetapi memang belum semuanya diproses administrasi jual beli,” kata Rahmat yang gara-gara persoalan jual beli tanah ini mengaku pernah mendapatkan teror itu.
Lebih lanjut dijelaskan, jika pembelian di Desa Tarokan dilakukan oleh PT PDK ( Puri Doho Kediri ), maka di Desa Bulusari menurut Kades Rahmat yang melakukan pembelian adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata PT BDI (Bukit Doho Indah). “Jadi memang tidak dilakukan langsung oleh PT Gudang Garam, tetapi oleh PT BDI,” katanya. Namun ketika ditanya kaitanya dengan rencana pembangunan bandara, Rahmat juga mengaku tidak tahu menahu. Tetapi dirinya mengaku pernah diundang dalam acara sosialisasi pembangunan bandara. (glh/yy/*berbagaisumber)

2 thoughts on “Dewan Khawatir, Warga Akan Terusir”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.