berita DAERAH REFLEKSI

Kapal Lampulo, Jadi Tempat Wisata Unik dan Bersejarah

Catatan Perjalanan Tabloid Demonstran ke Ujung Barat Indonesia (2)

Salah satu pengalaman yang sangat berkesan dan perlu diketahui bagi banyak orang adalah ketika kami berkunjung ke ujung barat Indonesia. Aceh, Sabang dan Nias adalah tempat yang menyimpan banyak cerita. Kami berharap pengalaman ini bisa membawa manfaat bagi kami, bagi pembaca tabloid demonstran dan juga pengunjung www.demonstran.com

Sekitar pukul 20.00 WIB kita sudah sampai di hotel. Karena cukup penat setelah perjalanan panjang, beristirahat adalah pilihan terbaik. Tentu saja sambil menyiapkan energi untuk keliling besok. Agenda yang sudah direncanakan adalah besok berkeliling melihat saksi-saksi sejarah tsunami, sedangkan besoknya kita berkunjung ke wilayah paling barat Indonesia yaitu Kabupaten Sabang. Kita akan melihat dari dekat titik nol Indonesia.
Pagi-pagi usai sholat subuh, seperti biasa saya selalu berkeliling sekitar hotel. Selain olah raga ringan, target saya adalah mengenal lingkungan dan bisa melihat-lihat kawasan yang saya datangi. Pagi itu, hal serupa juga saya lakukan. Karena saking penasaran, tidak hanya sekedar jalan-jalan dan olah raga, tetapi juga mencari informasi terkait tempat-tempat yang merupakan saksi keganasan bencana tsunami yang pernah melanda kota serambi mekah tersebut. Alhamdulillah… yang saya tanya kebetulan paham dan menjadi saksi sejarah. “Kalau diingat-ingat ya sedih. Saya kehilangan keluarga,” Kata Solih, sambil menjelaskan tempat-tempat yang hingga saat ini masih dipertahankan dan menjadi tempat wisata.
Sekitat pukul 07.30 wib, habis sarapan kita langsung menuju sasaran. Sesuai rencana, hari ini adalah sasaran dalam kota. Dan Kapal Lampulo adalah sasaran pertama kita. Sebuah kapal tersangkut diatas rumah ini menjadi saksi bisu akan tragedi tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu. Seiring dengan berjalannya waktu, kapal tersebut diabadikan menjadi situs wisata sejarah yang cukup menarik perhatian dari wisataawan.
Secara geografis, Kapal Lampulo terletak pada Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Kapal Lampulo ini sebenarnya adalah sebuah kapal milik nelayan yang digunakan untuk mencari ikan dilaut. Kapal yang terbuat dari kayu tersebut terhempas oleh dahsyatnya gelombang tsunami hingga terseret sejauh 1 kilometer dari TPI Lampulo. Kapal pun terdampar hingga ke pemukiman warga, serta tersangkut diatas salah satu rumah warga. Kapal Lampulo memiliki panjang sekitar 25 meter dan berat yang mencapai 65 ton.
Setelah Aceh kembali pulih, pemerintah setempat pun berinisiatif untuk merenovasi serta membangun tempat ini menjadi sebuah situs wisata sejarah. Situs Kapal Lampulo pun dipugar, serta dibangun beberapa fasilitas guna memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. Di Kapal Lampulo ini, masih bisa dijumpai puing-puing dari rumah warga yang hancur karena terjangan tsunami Aceh. Kondisinya pun masih dipertahankan serta tak diubah dari bentuk aslinya. Kita bisa melihat masih terdapat ruang tamu, kamar tidur, dapur serta kamar mandi tepat dibawah kapal.
Tempat wisata Kapal Lampulo ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai. Di tempat ini, sudah terdapat toilet umum, tempat parkir cukup luas, serta tak jauh dari lokasi juga tersedia mushola untuk beribadah bagi umat muslim. Tempat ini juga dilengkapi dengan museum mini untuk mengenang tragedi tsunami Aceh. Disekitar Kapal Lampulo juga terdapat warung-warung yang menjual berbagai jenis kuliner dan oleh-oleh. ………. ( Nur Wakhid / bersambung )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.