berita PENDIDIKAN

Peringati Hari Amal Bakti Ke. 72. Gus Ipul Berjanji Akan Mengupayakan Nasib GTT Menjadi Lebih Baik.

Kediri, demonstran.com – Dalam rangka hari amal bakti ke – 72 tahun. Kementrian Agama Kota Kediri menggelar acara Dzikir dan Doa Bersama yang dilaksanakan di Masjid Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Kediri.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau biasa dipanggil dengan sebutan akrabnya Gus Ipul.
Dalam sambutannya Gus Ipul mengucapkan banyak terima kasih atas peran serta kementerian agama dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama khususnya di wilayah Kediri Jawa Timur. Gus Ipul juga berharap agar mutu pelayanan publik yang sudah baik ini harus ditingkatkan lagi, utamanya dalam upaya menciptakan kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI.
Sementara itu dalam sambutannya, Gus Ipul juga menyinggung mengenai permasalahan GTT (Guru Tidak Tetap).
Gus Ipul berjanji akan memperhatikan nasib para Guru Tidak Tetap, salah satunya dengan mengangkat mereka menjadi tenaga kontrak. Sedangkan terhadap guru swasta agar bisa ikut dalam program sertifikasi.
“Karena kita ketahui, jumlah dominasi antara guru PNS dengan GTT di wilayah Jatim ternyata masih banyak di dominasi oleh GTT. Salah satunya di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kediri, berdasarkan hasil survey ternyata jumlahnya lebih banyak di dominasi oleh guru tidak tetap,” katanya.
Maka dari itu Gus Ipul menambahkan, ini salah satu permasalahan yang harus kita selesaikan demi kemajuan profesi guru dan kesejahteraannya.
“Dari permasalahan itu, ada peluang – peluang setelah muncul undang – undang baru Aparatur Sipil Negara (ASN),  seperti pegawai dengan kontrak. Sehingga GTT ini lebih punya kepastian.
Sebelumnya kami sudah mengusulkan kepada kementrian dalam negeri dan kementrian pendidikan untuk berdiskusi mencarikan solusi gimana caranya agar guru tidak tetap ini kesejahterannya bisa terangkat,” terangnya.
“Lalu yang kedua dengan masalah guru swasta. Paling tidak untuk gaji pegawai guru swasta setidaknya harus ada upah minimum sepertihalnya para buruh dan karyawan yang diupah sesuai upah minimum kab/kota atau (UMK).
“Kalau kita melihat, untuk gaji guru swasta sendiri juga terbilang di bawah standart. Maka dari itu, ini perlu standarisasi kesejahteraan guru,” ujarnya sembari diberikan aplos oleh para guru GTT yang ada di lokasi.
Masih kata Gus Ipul, kalau seorang guru hanya menjagakan di lembaga satu ini saja, tentunya mereka akan terseok – seok dalam menjalani aktivitas kehidupannya. Maka dari itu, ini PR kita bersama bagaimana untuk mencari kesejahteraan bagi para guru. Kami berusaha untuk mencari solusi kesejahteraan guru. Kami minta sertifikasi dibuka kembali. Agar semua guru swasta bisa ikut sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi, para guru ini paling tidak akan mendapatkan tunjangan, yang membuat kesejahteraan profesi guru terangkat,” paparnya.
Selain menghadiri HUT Kemenag RI ke-72, di MAN 1 Kota Kediri, Gus Ipul juga memberikan bantuan pakaian layak pakai kepada Satpol PP Kota Kediri. Serah terima pakaian dilakukan secara simbolis.
Diketahui, jumlah baju layak pakai yang diberikan kepada Satpol PP antara lain, kemeja 84 potong, kaus 52 potong, atasan perempuan 196 potong, celana 25 potong, training 4 potong, baju stelan laki-laki 18 potong, baju stelan perempuan 9 potong, jilbab  25 potong, celana & jaket 1 potong, sajadah 12 potong dan baju anak-anak  1 dus. (Glh/yy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.