berita WISATA

WAKATOBI, Empat Pulau Yang Menyajikan Mimpi Keindahan Bawah Laut

JADI TEMPAT WAJIB BAGI PENGHOBI DIVING SE DUNIA

 

———

WAKATOBI, nama yang sudah tidak asing lagi di telinga para traveler dan penikmat wisata alam. Terlebih bagi mereka yang menyukai diving, snorkling dan pemandangan bawah laut, tentu tempat ini menjadi wahana wajib kunjung. Apalagi setelah dinobatkan menjadi kawasan terbaik di dunia untuk kelas pemandangan alam bawah lautnya. Bagaimana sebenarnya? Inilah laporan wartawan Tabloid Demonstran dari Wakatobi.

 

————

 

Pulau Wangi-wangi, Pulau Kalidupa, Pulau Tomia dan Pulau Binangka adalah jajaran 4 pulau besar di kawasan Sulawesi Tenggara. Keempat pulau besar tersebut sebelumnya merupakan wilayah Kabupaten Buton, tetapi sejak tahun 2003 menyatukan diri dalam satu pemerintahan kabupaten terpisah dari induknya dengan diberi nama singkatan 4 pulau yaity Wakatobi. Kita tidak akan membahas secara detail kepemrintahannya, tetapi lebih menarik apabila kita melihat dari dekat tentang pariwisatanya yang sudah sangat terkenal dan mendunia.

Untuk sampai ke pulau ini, jika kita dari Kediri maka harus lebih dulu menuju Bandara Juanda di Surabaya. Dari Bandara tersebut, kita terbang menuju ke Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara. Karena tidak ada pesawat garuda yang langsung dari Surabaya ke Bandara Matahora Wakatobi. Harus transit lebih dulu di Kendari sekitar 2 jam, baru melanjutkan perjalanan ke Wakatobi. Sebenarnya selain Bandara Matahora yang terletak di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi juga punya bandara lain yaitu Bandara Marango yang terletak di Pulau Tomia. Tetapi Bandara Marango merupakan bandara milik swasta, sehingga untuk mendarat di bandara tersebut harus terlebih dahulu membayar paket wisata sesuai yang ditentukan oleh pemilik bandara yang sangat mahal. Sehingga wisatawan domestik cenderung melewati Badara Matahora, karena lebih bersifat fasilitas publik.

Keindahan dan kekayaan bawah laut kawasan Taman Nasional Wakatobi sendiri sudah sangat terkenal di mancanegara. Terlebih bagi penghobi diving dan penikmat kenindahan bawah laut, pasti punya cita-cita dan keinginan untuk bisa datang ke tempat ini. “Wakatobi merupakan tempat menyelam paling indah di dunia,” kata Jacques Costeau, seorang jurnalis yang mendalami masalah penyelaman dunia. Sehingga tidak mengherankan, apabila di tempat itu sampai punya dua bandara. Bahkan bandara Maranggo yang milik swasta yang berharga sangat mahal pun sangat laris di luar negeri. Menurut salah seorang pejabat pariwisata setempat, untuk bisa mendarat di Bandara Maranggo harus inden sejak 4 bulan sebelunya. Luar biasa kan?

Ribuan jenis ikan berwarna warni dan hamparan terumbu karang yang sangat luas adalah wisata andalan kepulauan ini yang sulit didapatkan di daerah lain. Tidak hanya di satu tempat, tetapi puluhan tempat di wilayah tersebut merupakan surganya para penyelam. Dari sekian tempat, mayoritas memang masih sangat alami karena belum tersentuh pembangunan ataupun perbaikan. Tentu saja, ada plus minusnya. Dari segi fasilitas masih sangat kurang, tetapi dari segi alamiahnya sangat luar biasa indahnya.

Belasan bahkan puluhan hotel juga sudah tersebar di pulau-pulau tersebut. Memang belum banyak hotel berbintang, kecuali di kawasan sekitar Maranggo yang memang sudah satu paket antara bandara dan hotel-hotel berbintang. Tentu saja harganya standar wisatawan asing yang kabarnya satu paket tiket peswat PP dengan menginap 3 malam, harganya sekitar 40 juta per orang. Tetapi kalau hotel-hotel yang berada di kawasan pulau Wangi-wangi harganya standar wisatawan domestik, mulai harga 400 rb per malam juga ada. Dan banyak pilihan model hotel, tetapi baru bintang 3 ke bawah.

Yang jelas, para penyuka wisata dan traveller sepertinya wajib untuk mengunjungi kawasan wisata ini dech. Nggak nyesel, meski mengeluarkan biaya yang cukup lumayan….. ( Nur Wakhid )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *