berita KULINER WISATA

Sensasi Kuliner Legendaris “Bu Harjo”

Jangan menyebut diri pecinta kuliner jika belum mampir di warung “Bu Harjo”. Ya, warung itu memang termasuk dalam jajaran kuliner legendaris di Kota Kediri yang wajib dicoba rasa masakannya.

Bagaimana tidak melegenda, warung yang berada di gang sempit, tepatnya di Bandar Lor Gang 1B Kecamatan Mojoroto itu sudah berdiri puluhan tahun. Hingga saat ini terhitung sudah turun hingga tiga generasi dan sampai saat ini sudah empat kali berganti pengelola. “Saya ini cucunya. Sebelum tahun 1950 an, saya belum lahir, warung ini sudah ada,” ujar Andri, salah satu pengelola depot itu.

Nama warung tersebut diambil dari nama pemiliknya, Bu Surip yang merupakan istri dari Pak Harjo. “Dulu turunnya ke keponakannya. Sekarang ada tiga orang yang mengelola. Saya, Mbak Ana, dan Mbak Ari,” kata Andri sambil memperkenalkan saudaranya.

Warung Bu Harjo dulunya ada di areal Pasar Bandar. Saat ada renovasi pasar pada tahun 1997, warung dipindah ke rumah mereka sendiri sampai sekarang.

Yang menarik, menu yang disajikan saat ini sama persis dengan menu awal yang dibuat oleh sang pendiri. Ada nasi campur tanpa sayuran dengan tiga jenis lauk dan juga nasi rawon. “Menunya dari dulu cuma ada empat. Nasi campur, nasi rawon, nasi bali, dan krengsengan. Semua menu itu kami sajikan tanpa sayur, mie maupun tahu tempe. Mungkin itu yang berbeda dengan menu masakan pada warung lainnya,” kata Ana.

Tak hanya soal menu. Penataan dan perabot, seperti meja dan kursi juga mempertahankan kesan kuno. Hal ini semakin memperkuat kesan yang didapat oleh para pengunjung. Termasuk, foto Bu Harjo, sang pemilik warung, juga terpasang di tembok.

Diakui, serbuan kuliner modern membuat omzt warung mengalami penurunan. Meski begitu, pengelola terus bertahan dengan resep – resep peninggalan Bu Harjo. Hasilnya, warung ini memiliki pelanggan fanatis, yang dari dulu sampai sekarang tak jemu mengisi perut di warung itu. Bahkan, saat ini, pelanggan bertambah dari kalangan eksekutif muda, seperti pegawai bank dan pemerintahan. “Kalau disini mempertahankan resepnya dengan tidak mengurangi takaran bumbu. Meski harga rempah – rempah naik, takarannya tetap,” tambah Anna.

Nah, untuk mencicipi rasa legendaries masakan warung Bu Harjo, pengunjung bisa merogoh kocek Rp 22 ribu untuk satu porsi makanan yang disantap di tempat dan Rp 24 ribu untuk nasi kotak. Warung tersebut, mulai buka pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 15.00 WIB. Namun, diatas jam 11.00 WIB, beberapa menu masakan sudah habis terjual. Tertarik mencoba ? (hya/ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *