berita KRIMINAL

Warga Bence Tolak Pembangunan Perumahan

Kediri, demonstran.com – Warga Lingkungan Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menolak lahan yang berada disebelah timur bangunan RSUD Gambiran II untuk di jadikan perumahan.
Diketahui Lahan tersebut merupakan lahan pertanian yang berdiri  seluas 4.655 M persegi, yang rencananya akan di bangun sebuah perumahan oleh pihak PT. Bumi Damai Utama.
Namun rencana pembangunan perumahan tersebut menuai kecaman serta penolakan dari warga setempat karena ditengarai telah melanggar undang – undang dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW).
Hal itu disampaikan oleh R. M. Murdoko koordinator warga yang juga sebagai anggota kelompok tani Lingkungan Bence mengatakan, saya mewakili warga Lingkungan Bence untuk menolak secara tegas dalam rencana pembangunan perumahan yang akan dilakukan oleh pihak pengembang PT. Bumi Damai Utama di wilayah kami.
Hal ini jelas melanggar perundang – undangan seperti yang tercantum dalam UU No. 41 tahun 2009 tentang lahan pertanian. Pada Undang – undang tersebut menyatakan Pada prinsipnya perubahan penggunaan lahan sawah ber-irigasi teknis untuk penggunaan diluar pertanian maka tidak diizinkan.
“Karena kita ketahui, lahan yang rencananya akan di bangun sebuah perumahan tersebut merupakan lahan pertanian warga yang saat ini masih produktif  dan subur. Selain itu, pada lahan tersebut telah terbangun saluran irigasi secara permanen yang dimana airnya diambil dari sumber Rempi Lingkungan Betet dan sumber di Lingkungan Kleco. Oleh karena itu, bila tanah yang merupakan lahan pertanian subur tersebut dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian, maka jelas akan bertentangan dengan undang – undang yang saya jelaskan diatas tadi,” ujar Murdoko saat ditemui dirumahnya, Minggu (3/12/2017).
Masih kata Murdoko, selain akan melanggar perundang – undangan, dalam pembangunan perumahan tersebut juga akan melanggar RT/RW Kota Kediri Tahun 2011 – 2030. Karena kita ketahui, pada lahan yang akan dijadikan objek perumahan tersebut merupakan lahan hijau.
“Jadi jelas, bila perumahan itu dibangun dilokasi tersebut maka akan melanggar aturan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Murdoko mengatakan, untuk sekarang ini kami telah mengambil sikap melampirkan surat kepada Pemerintah Kota Kediri, terlebih kepada Walikota Kediri dan DPM (Dinas Penanaman Modal) terkait dengan penolakan atas rencana pembangunan perumahan oleh PT. Bumi Damai Utama di sektor lahan pertanian wilayah kami.
“Mudah – mudahan atas pelayangan surat tersebut pemerintah bisa mengetahui dan segera ada tindakan untuk itu.Jangan sampai di Kota Kediri ini dijadikan lahan bisnis bagi orang – orang seperti mereka yang hanya mementingkan kepentingan pribadi saja tanpa berfikir kelanjutannya seperti apa,” tuturnya.(glh/yy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *