berita REFLEKSI

View Piaynemo Mendunia, Pemandangan Bawah Laut Bikin Betah

Melihat Dari Dekat, Pemandangan Alam Raja Ampat (2 Habis)

Iklan di TV yang cukup gencar, ditambah testimoni yang pernah ke sana, baik yang tampil di TV maupun di media cetak serta ramainya di medsos membuat saya tertarik untuk mengunjingi kawasan yang satu ini. Hanya kesempatan yang belum memungkinkan, karena selain jarak yang sangat jauh juga memerlukan waktu yang tidak hanya 1-2 hari saja untuk bisa datang dan menikmatinya. Itulah tempat wisata dengan pemandangan indah Raja Ampat. Kini setelah kesempatan itu ada, ganti saya yang akan bertestimoni untuk pembaca tabloid demonstran dan pengunjung www.demonstran.com.

Pada tulisan sebelumnya, perjalanan ke Kabupaten Raja Ampat merupakan perjalanan panjang dan cukup melelahkan. Tetapi terbayarkan secara tuntas setelah sampai tujuan dan menikmati suasana keunikan-keunikan tingkah laku warga setempat serta pemandangan alam di sepanjang perjalanan. Tapi itu adalah pemandangan alam yang masih biasa, menurut warga setempat. Pemandangan alam Raja Ampat yang sesungguhnya ada di pulau-pulau yang tersebar di seluruh penjuru Raja Ampat. Hanya saja, semua belum dieksplorasi. Baru ada beberapa tempat yang sudah di publish internasional, misalnya kawasan Piaynemo, Telaga Bintang, Kampun Arborek dan beberapa kawasan perkampungan lainnya. “Masih ada puluhan pulau yang indah, tapi belum ada fasilitas ke sana,” kata pemilik penginapan tempat saya menginap.

Nah, kita sendiri hanya menargetkan untuk mengunjungi tiga kawasan yaitu Piaynemo, Telaga Bintang dan Arborek. Kebetulan tiga tempat itu adalah tempat-tempat yang paling terkenal dan yang sudah punya fasilitas, baik angkutan wisata maupun sarana bagi wisatawan di lokasi. Dan untuk menuju tempat-tempat itu, saya rasa sudah sangat jauh dan cukup ‘mengerikan’ bagi orang seperti saya yang tidak biasa berada di tengah laut. Maklum perjalanan pulang dan pergi nya saja harus mengarungi laut selama 4 jam, sehingga jika kita berada di lokasi wisata 3 tempat selama 3 jam, maka kita harus berada di laut selama 7 jam. Cukup terpuaskan melihat laut dan laut.

Pagi sekitar jam 06.00 wit kita sudah bersiap-siap berangkat menuju pelabuhan. Kita memilih speedboot yang menurut kita lebih aman, dan pakai penutup atas. Karena hari-hari ini adalah musim hujan. Rasa senang, penasaran dan takut menjadi satu. Jika di tempat-tempat wisata laut lainnya, sebelum naik speedboot biasanya disuruh pakai pelampung, maka tidak di Raja Ampat ini. Dan saya lihat, hampir semua juga tidak pakai. Setelah saya tanyakan ke petugasnya dia bilang “Tenang bapak, pelampung ada di depan itu. Kalau pakai boleh”. Tapi setelah saya lihat tak satupun pakai pelampung, ya saya malu kalau pakai sendiri.

mesin dibunyikan, dan kitapun berangkat menuju sasaran. Rasa takut yang semula saya rasakan, setelah menikmati perjalanan dan betapa indahnya pemandangan di sepanjang perjalanan jadi terlupakan. Dua jam perjalanan terasa menyenangkan, dan rasa takjub akan ciptaan Alloh SWT yang begitu istimewa. Gugusan pulau-pulau seperti di lukisan-lukisan sang maestro benar-benar terjadi dan benar-benar nyata. Rasa syukur dan puji-pujian kepada Sang Pencipta secara tak sadar terus berkumandang dalam hati. Subhanalloh…. Alhamdulillah….

Pemandangan begitu indah di sepanjang perjalanan, mencapai puncaknya ketika kita sudah mendekati kawasan Piaynemo. Benar-benar seperti di gambar-gambar dan foto-foto. Sangat indah, luar biasa. Tanpa pikir panjang, kita yang sejak awal sudah menyiapkan alat dokumentasi, ceprat-cepret mengambil gambar dan berselfi-selfi. Belum puas mengambil gambar di sekitar kawasan, kitapun segera naik ke puncak bukit Piaynemo untuk berfoto-foto dan berselfi sepuasnya. Satu jam di tempat itu tidak terasa. Apalagi setelah naik bukit terasa haus, disitu banyak orang berjualan kelapa muda. Tentu segarnya sangat terasa meski tanpa es batu sekalipun. Rasanya malas pulang…

Jika tidak diingatkan oleh yang lain, mungkin berjam-jam pun tidak terasa. Melihat pemandangan yang sangat indah dengan ditemani sebutir kelapa muda, tentu melupakan kelelahan perjalanan sebelumnya. Hanya saja, karena kita punya target lain untuk dikunjungi akhirnya speedboot kita bergerak menuju pulau bintang. Pulau bintang ini tidak jauh dari piaynemo, hanya beberapa menit saja sudah nyampek. Kita harus naik bukit untuk melihat telaga berbentuk bintang.

Karena kita sudah terpuaskan sebelumnya, maka kita tidak berlama-lama berada di tempat itu, dan langsung menuju sasaran berikutnya yaitu Kampung Arborek. Perjalanan sekitar satu jam, akhirnya speedboot bersandar di pantai kawasan kampung Arborek. Berbeda tapi sama istimewanya. Jika di Piaynemo dan Telaga Bintang kita disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan, maka di Pantai kawasan Kampung Arborek, kita disuguhi pemandangan laut dengan berbagai macam jenis ikan dan terumbu karang yang sangat istimewa. Meski kita tidak divingpun, kita bisa menikmati dan bercengkerama dengan ikan-ikan itu. Karena meraka berada di air yang jernih dan ikan-ikan itu tidak takut dengan kita. Apalagi kalau kita bawa makanan, dan kita sebarkan, mereka akan berebut di sekitar tangan kita. Asyik… kan?

Tentu, yang namanya berwisata ya harus berakhir. Waktu jualah yang membatasi kita. Dan kitapun kembali naik speedboot untuk pulang. Butuh waktu 1,5 jam mengarungi laut lepas. Rasa ngeri kembali terbayang, apalagi saat pulang hujan deras dan laut pasang. Tapi ternyata semua itu, tidak membuat kita kapok. Justru saya ingin kembali ke sini untuk waktu yang lebjh lama lagi. Tunggu kedatanganku kembali Raja Ampat….. ( Nur Wakhid )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.