berita HEADLINE

PT GG Jual Apache ke Japan Tobacco

* Dua Perusahaan Sekaligus, Bernilai Triliunan Rupiah

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran

Kabar mengejutkan terdengar di bidang ekonomi. Awal Agustus lalu, Japan Tobacco mengakuisisi PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara. Dua perusahaan produsen rokok dan perusahaan distributor yang terafiliasi dengan PTGudang Garam Tbk tersebut diakuisisi dengan nilai mencapai triliunan rupiah. 
———
Dilansir dari tribunnews.com, Wakil Presiden Eksekutif Japan Tobacco Mutsuo Iwaie mengatakan, transaksi ini bagian dari ekspansi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.”Ini demi jangka panjang,” kata Iwai seperti dikutip Financial Times.

Dari informasi berbagai sumber, PT Karyadibya Mahardhika (KDM) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam produksi rokok. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2007 dengan sejumlah produknya seperti Apache, Absolute Mild, Absolute Mild Menthol, Absolute Ruby, Minna International, Minna Barokah, Barokah Rejeki, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol, Bheta, dan beberapa varian produk lainnya. Sedangkan PT Surya Mustika Nusantara merupakan perusahaan penjualan dan distribusi yang memasarkan rokok/cigarette brand Apache dan Extreme hasil produksi PT Karya Dibya Mahardika (KDM).

Tak hanya di Indonesia, Japan Tobacco juga sedang melakukan ekspansi ke sejumlah negara, salah satunya Filipina.  
Transaksi jual beli ditarget akan selesai pada Oktober-Desember mendatang. Pihak Japan Tobacco masih menunggu dan mengikuti peraturan yang berlaku.”Kesepakatan ini akan memberi skala dan kehadiran Grup JT di tingkat nasional di pasar kretek Indonesia,” kata Japan Tobacco.

Bagaimana Nasib Buruh ?

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengkritik kebijakan akuisisi Japan Tobacco Inc terhadap dua anak perusahaan rokok PT Gudang Garam yaitu PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara. Menurutnya, langkah ini menjadi ancaman bagi pekerja di pabrik tersebut. Pasalnya, ditengarai pemilik baru akan mengganti tenaga kerja dengan proses mekanis.

“Japan Tobacco Inc pasti akan melakukan mekanisasi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin yang secara ekonomi lebih efisien. Satu mesin bisa menggantikan minimal 900 tenaga manusia,” kata Tulus seperti dikutip dari sketsanews.com.

Tulus mengatakan, hal serupa juga terjadi pada PT HM Sampoerna setelah diakuisisi oleh Philip Morris Internasional. Padahal, PT HM Sampoerna sempat menjanjikan tidak akan melakukan mekanisasi. “Namun, fakta berkata lain. Dalam jangka pendek akan ada rasionalisasi tenaga kerja manusia digantikan mesin dengan melakukan pemutusan hubungan kerja massal setelah diakuisisi,” tuturnya.

Sikap Pemda

Terkait kebenaran akuisisi Apache ternyata pihak pemerintah daerah belum mengetahuinya. “Saya tidak tahu terkait dengan informasi mengenai benar tidaknya penjualan perusahaan Apache ke pihak lain. Sebab hingga saat ini kami tidak menerima pemberitahuan apapun terkait dengan hal itu. Baik itu perizinan ataupun pemberkasan,” kata Hendra, bagian media dan publikasi DPMPTSP (Dinas Permodalan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Kediri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. 

Hal senada juga disampaikan pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Rosalina, Kabid Perindustrian mengatakan penanganan Apache merupakan kewenangan pemerintah pusat karena merupakan perusahaan skala besar. “Kami tidak tahu mengenai berita tersebut. Pasalnya terkait dengan perusahaan Apache ini sudah menjadi ranah dari pusat. Sedangkan kami dari tingkat daerah hanya menangani perusahaan tingkat menengah kecil ke bawah. Sedangkan kalau kita melihat dari perusahaan sekelas Apache memang berada pada kategori besar, dan hal tersebut sudah menjadi kewenangan dari pusat,” ujarnya.

Akuisisi perusahaan Apache ini memang menimbulkan tanda tanya tersendiri. Meski sudah ramai tersebar kabarnya di tingkat nasional, tapi justru di daerah kabar itu tidak jelas. Akibatnya tentu juga dipertanyakan bagaimana nasib ribuan tenaga kerja yang berasal dari Kediri maupun daerah lain. Apakah akan ada pemutusan hubungan kerja besar-besaran ? Ataukah mereka akan disalurkan ke perusahaan lain ? Diperlukan keputusan cepat dan penjelasan rinci sehingga tidak menimbulkan keresahan. (dari berbagai sumber/glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *