berita POLITIK

Kyai Busro dan Gus Ma’mun Pimpin NU Kab. Kediri

Kediri, Demonstran,- Konferensi NU Kabupaten Kediri ke-10 di Pondok Pesantren Hidayatus Sholihin Desa Turus Kecamatan Gurah tadi malam mencapai puncaknya dengan terpilihnya ketua tanfidziyah H Djazuli Muhammad Ma’mun atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Gus Ma’mun. Setelah sebelumnya juga sudah diadakan pemilihan Rois Syuriyah melalui sistem AHWA dan secara mufakat terpilih KH Busyro Karim asal Gampengrejo. Terpilihnya duet K Busyro dan Gus Ma’mun memang cukup mengagetkan, karena sebelumnya nama yang digadang-gadang untuk menduduki rois syuriah adalah rois syuriah periode sebelumnya yaitu KH Nasir Badrus.

“Karena Kyai Nasir menyatakan mengundurkan diri, jadi yang dipilih secara mufakat adalah K Busro,” kata sumber demonstran di lokasi. Sedangkan terpilihnya Gus Ma’mun, menurut sumber tersebut sudah diprediksi beberapa hari sebelumnya. Karena figur tersebut dinilai sebagai upaya perlawanan terhadap kekuasaan dan tindakan yang berbau money politik.

Proses pemilihan rois syuriah berjalan lancar, karena untuk memilih syuriah dilakukan oleh AHWA yang sudah diusulkan beberapa hari sebelumnya. Sedangkan untuk pemilihan ketua tanfidziyah memang cukup ramai karena dilakukan secara demokratis. Setiap MWC dan Ranting memiliki hak suara masing-masing satu suara. Sehingga ada 26 suara dari MWC, 344 dari ranting ditambah perwakilan dari PC dan PW NU. Suara itu diperebutkan oleh tiga calon yaitu masing-masing H Djazuli Muhammad Ma’mun mendapatkan 212 suara, Drs H. Samsul hadi 117 suara dan Abdur Rahman 74 suara. Dengan kondisi itu, maka dua calon lain menyatakan mendukung suara terbanyak dan pada proses pemilihan tahap dua dinayatakan aklamasi memilih Gus Ma’mun.

“Saya kira itu adalah suara warga nahdliyin di kabupaten Kediri, jadi itulah yang terbaik. Siapapun harus mendukung kepengurusan yang terpilih,” kata Nur Wakhid, anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri.

Hal yang sama diungkapkan oleh Mahmud, salah satu pengurus ranting NU. Menurut Mahmud, warga NU sudah pandai untuk memilih siapa tokoh yang cocok untuk kepengurusan NU ke depan. “Harapan kita NU Kabupaten kediri ke depan lebih baik,” katanya. (irw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *