berita REFLEKSI

KOMODO, BINATANG LANGKA SALAH SATU KEAJAIBAN DUNIA

Catatan Kunjungan Wisata ke Labuan Bajo dan Ende

Kesempatan cukup langka untuk bisa mengunjungi kawasan wisata Labuan Bajo yang sangat terkenal dengan pulau purba dan binatang langkanya yaitu KOMODO. Khusus untuk pembaca tabloid demonstran dan pengunjung www.demonstran.com saya ingin berbagi cerita tentang kawasan wisata terkenal tersebut.

Perjalanan panjang memang harus dilakoni untuk bisa sampai di Pulau Komodo. Perjalanan dari Kediri ke Bandara Juanda Surabaya harus ditempuh selama 3 jam perjalanan normal, tidak macet tapi juga tidak lancar banget. Jika kita ambil pesawat jam 11.00 WIB maka paling tidak kita harus sudah berangkat dari rumah pukul 06.00 pagi hari. Dengan perhitungan satu jam sebelumnya harus sudah boarding. Sekitar jam 13.00 WITA kita nyampek di Bali, karena pesawat Garuda ke Labuan Bajo harus transit lebih dulu di Bali, baru ganti pesawat bombardir ke tujuan. Jika perjalanan lancar tanpa ada gangguan, maka saya kemarin sekitar pukul 16.00 waktu setempat baru nyampek Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Karena waktu sudah sore, tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan menikmati wisata-wisata yang dipunya oleh Kabupaten Manggarai Barat ini. Akhirnya kita putuskan untuk sedikit berlama-lama di kawasan bandara, tentu saja sambil mengambil gambar dan selfie-selfie di kawasan bandara. Baru sekitar pukul 17.00 waktu setempat kita menuju hotel di kawasan kota kecamatan Labuan Bajo. Kota kecil yang saat ini sedang berbenah untuk menjadi kota berpotensi wisata secara internasional, karena punya kawasan andalan yaitu pulau-pulau yang mempunyai binatang purba yaitu komodo. Saya katakan pulau-pulau, karena yang ada hewan purbanya bukan hanya pulau komodo, tetapi ada 3-4 pulau. Hanya saja yang jumlahnya banyak ada di dua pulau yaitu Pulau Komodo dan Pulau Rinca.
Sesampai di hotel sudah gelap, kita langsung menuju kamar untuk berbenah setelah seharian di perjalanan. Malam ini kita tidak berencana kemana-mana, selain memang tidak ada tempat wisata malam hari, Labuan Bajo kalau malam hari cukup sepi. Sehingga kita hanya berencana keliling sebentar untuk cari makan malam setelah itu istirahat untuk menyiapkan tenaga perjalanan besok paginya ‘berburu komodo’.
Ada tiga tempat wisata andalan yang bisa dikunjungi para wisatawan di wilayah ini, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar. Semuanya itu merupakan kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) sehingga pengelolaanya berada di tangan pemerintah pusat. Untuk bisa mengunjungi ketiganya butuh waktu paling tidak dua hari. Pada hari pertama bisa ambil jalur ke pulau komodo. Untuk mencapai pulau yang punya sekitar 3500 komodo ini perlu waktu panjang, dengan naik kapal speedboot yang berisi 10 orang kita baru bisa nyampek ke sana sekitar 4 jam. Sehingga kalau pulang pergi bisa selama 8 jam ditambah keliling pulau untuk berwisata dengan komodo, waktu satu hari penuh pasti akan habis.
Sedangkan kawasan yang lebih dekat adalah bila kita ingin ke Pulau Rinca. Pulau ini punya sekitar 1500 komodo yang hidup di tempat itu secara liar. Untuk mencapai pulau ini naik speedboot cukup waktu 40 menit saja. Sehingga bila ingin berlanjut ke Pulau Padar masih cukup waktu, karena dari Pulau Rinca ke Pulau Padar hanya butuh waktu sekitar 40 menit juga. Di Pulau Rinca hampir sama dengan di Pulau Komodo, kita bisa melihat dari dekat bagaimana bentuk komodo sebenarnya saat berada di kawasannya. Menariknya komodo-komodo itu berkeliaran bebas secara alami, termasuk dalam mencari makan maupun istirahat. “Sejak tahun 2013 lalu, sudah tidak boleh lagi memberi makan komodo. Biarkan binatang-binatang itu hidup alami. Mencari makan sendiri binatang-binatang yang ada di hutan. Cuma kita kadang mensuport dengan melepas binatang-binatang yang memang merupakan lingkaran predatornya,” kata salah satu pawang yang mengantar kita.
Sedangkan, kalau di Pulau Padar kita bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah. Baik pemandangan di atas maupun di dalam laut. Apalagi yang suka snorkling maupun diving, tentu menjadi surga dunia tersendiri. Anda tertarik? Tidak rugi datang ke Labuan Bajo…….. ( Nur Wakhid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *