berita POLITIK

Pertambangan Pasir, Rusak Kawasan Pertanian

Kediri, demonstran.com – Penambangan pasir di kawasan rolax 70 di wilayah Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri dan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat di kawasan tersebut dan sekitarnya. Pasalnya, pertambangan galian C tersebut dinilai telah berjalan tidak sesuai aturan yang digembar-gemborkan sebelumnya. Bahkan saat ini dinilai telah merusak lingkungan dan membahayakan keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.

“Kerusakan lingkungan sudah mulai terasa, penambang melakukan dengan seenaknya tanpa memperhitungkan dampak lingkungan. Untuk itu perlu perhatian dari pemerintah daerah baik Kabupaten Kediri maupun Jombang. Jika diperlukan, tutup saja dulu untuk dievaluasi,” Kata Gandhi, warga setempat.

Sementara itu, dari informasi yang dikumpulkan oleh Tabloid Demonstran, saat ini petani penggarap lahan Rolak 70 di Desa Juwet dan Pare Lor Kecamatan Kunjang kabupaten Kediri Jawa Timur mengancam akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk mengusir penambang pasir di kawasan tersebut.

Para petani mengaku sangat resah dengan aktifitas tambang pasir yang beroperasi tanpa menghiraukan kerusakan lingkungan. Keresahan petani makain memuncak, setelah beredar kabar kawasan Rolak 70 seluas 70 hektar akan dialihfungsikan dari lahan pertanian menjadi embung.

Agustianto, pendamping petani Rolak 70 mengatakan, saat ini petani sudah merasakan dampak negatif penambangan pasir karena lahan di sekitar galian tidak bisa ditanami lagi.

“Apalagi saat ini muncul isu bahwa kawasan Rolak 70 akan dijadikan danau. Warga setempat yang sebelumnya mengandalkan dari hasil pertanian menjadi was-was karena sumber ekonomi mereka terancam,” ujar Agustianto kepada wartawan.

Ditambahkan Agustianto, aktifitas galian C di Rolak 70 sempat berhenti setelah ada aksi unjuk rasa warga beberapa waktu lalu. Namun, saat ini aktifitas penambangan pasir buka kembali bahkan dalam skala lebih besar.

“Kami pernah mengadukan ke Pemerintah Daerah termasuk ke DPRD Kabupaten Kediri untuk menindak galian C di Rolak 70. Namun kelihatannya hal tersebut diabaikan dan dilakukan pembiaran,” ujar Agustianto gusar.

MULAI BERDAMPAK HUKUM

Terkait dengan aktifitas penambangan di rolax 70 ini, Khoirul Anam, Ketua LSM KR2D menyatakan bahwa saat ini sudah pada tingkat memprihatinkan. Tidak hanya persoalan kerusakan lingkungan yang mengemuka, tetapi saat ini sudah ada persoalan hukum yang merupakan imbas pertambangan galian C itu. “Dalam perkembangannya perusahaan yg diberi kuasa untuk menambang pasir di rolak 70 adalah perusahaan diduga kurang bonafid. Sehingga dalam pelaksanaannya banyak orang yg tertipu,” kata Khoirul Anam.

Dicontohkan oleh Khoirul, seperti yang dialami orang bernama Agus Suprayogi warga malang yang saat ini meringkuk di LP Jombang. Dia merupakan salah satu korban dari persoalan hukum galian C tersebut. “Dia telah dimintai uang oleh CV Mustaman, tetapi ketika melakukan penambangan ternyata dia dipersalahkan. Itu hanya salah satu contoh,” kata Khoirul Anam di laman facebooknya. (d-1/yy/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *