berita DAERAH KRIMINAL

Kajari Kota Kediri Jebloskan Dua Tersangka Kasus Pidana Korupsi Jembatan Brawijaya Ke Lapas II A Kota Kediri

Kediri, demonstran.com – Siang hari ini, Kamis (9/11/2017) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjemput kedua tersangka terkait dengan kasus tindak pidana Korupsi Pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri.
 
Diketahui kedua tersangka ini adalah Mantan Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kota Kediri Kasenan dan Kepala Bidang Permukiman DPUPR Wiyanto.
 
“Hari ini penyidik Polda Jatim didampingi oleh Jaksa Tim Penuntut umum (P-16) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur datang ke Kota Kediri untuk menjemput secara langsung serta melimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri terkait dengan tersangka tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Karena perlu diketahui dalam penanganan kasus ini telah memasuki pelimpahan tahap dua yakni penyerahan tersangka dan barang bukti, ” Kata Abdul Rasyid selaku Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Kediri 
 
Masih kata Rasyid,  Kasenan dan Wiyanto ini ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri pada tahun 2010-2013. 
 
“Disini Kasenan berperan sebagai pengguna anggaran, karena pada saat itu Kasenan merupakan Kepala Dinas PUPR Kota Kediri. Sedangkan Wiyanto sendiri sebagai Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.
 
“Jadi dalam perihal kasus ini sudah dilakukan penelitian terhadap Kasenan dan Wiyanto menyangkut identitas dan tindakan tersangka. Dan untuk sekarang ini kedua tersangka dilakukan penahanan dalam tahap penuntutan selama 20 hari di Lapas Kelas II A Kota Kediri,” ujarnya.
 
“Memang untuk sekarang ini terkait dengan penanganan terhadap kedua tersangka ini telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Kota Kediri karena letak fokus atau TKPnya terjadi disini. Maka dari itu sekarang kewenangan berada di Kajari Kota Kediri.
 
“Lalu terkait dengan proses kelanjutannya sendiri, dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri melakukan penahanan kepada kedua tersangka selama 20 hari, lalu setelah itu kita serahkan kepada Tipikor atau kita sidangkan di Pengadilan Tinggi Tipikor di Surabaya,” terangnya.
 
Sementara itu Setyo Eko Cahyono sebagai pengacara tersangka Kasenan, dan Budi Nugroho sebagai pengacara Wiyanto mengaku, sama – sama yakin bahwa kliennya ini benar – benar tidak bersalah. Hal itu bisa kita lihat dari lamanya Penanganan dari kasus jembatan Brawijaya ini. Selebihnya mereka akan buktikan keyakinannya tersebut pada saat di persidangan nanti.
 
Diketahui dalam pengadaan proyek pembangunan Jembatan Brawijaya ini senilai Rp. 66 Milliar yang dianggarkan dari APBD Kota Kediri tahun 2010.(glh/yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *