berita teknologi

Perpendek Tahap Penyensoran

Kediri, demonstran.com – Lembaga Sensor Film (LSF) Jawa Timur mengadakan sosialisasi tentang penyensoran film, Selasa (31/10) di Hotel Grand Surya Kediri. Acara tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman publik tentang pengaruh negatif tayangan perfilman maupun media audio visual. Kegiatan tersebut diisi oleh pengamat budaya Henri Nurcahyo, Muklis Paeni Ketua Komisi III LSF Jawa Timur, dan Citra Ria anggota LSF Jawa Timur.

Muklis Paeni, Ketua Komisi III LSF Jawa Timur mengatakan, saat ini banyak bermunculan rumah produksi film. Hal tersebut menjadi faktor utama bagi LSF Jatim untuk melakukan sensor tanpa harus ke LSF pusat yang ada di Jakarta terlebih dahulu. “Nantinya, seluruh madia hiburan yang ada di Jawa Timur, audio maupun video akan disensor oleh LSF Jawa Timur”, ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat tahap penyensoran lebih pendek. Selain itu, konten – konten lokal akan lebih mudah dipahami oleh anggota lembaga sensor yang melingkupi daerahnya juga, sehingga sensor yang dilakukan tidak akan mengurangi muatannya. “Jalur birokrasi penyensoran akan lebih pendek, tidak perlu ke Jakarta,” tambahnya.

Data yang di himpun Koran Memo, saat ini lembaga sensor film Indonesia melakukan sensor 75 hingga 100 film setiap harinya. Hal tersebut dapat menjadi indikasi pertumbuhan perfilman yang fantastis di Indonesia. Sedangkan di Jawa Timur, ada sekitar 5 hingga 15 film yang disensor setiap hari. “Dengan kemajuan gadget yang pesat siapapun dapat dengan mudah membuat video. Hal itu juga menjadi indikasi pesatnya dunia perfilman yang ada di Indonesia,” katanya.

Penyensoran film – film itu sendiri bertujuan untuk meluruskan fungsi utama dari sebuah tayangan yaitu sebagai media hiburan, informasi, edukasi, dan lain sebagainya.  Agar masyarakat dapat terhindar dari pengaruh negatif yang terdapat dalam konten film maupun media video dan audio lainnya.(hya/ran)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *