berita HEADLINE

Kades Bakalan : Harusnya Ada MOU yang Jelas

Kediri, Demonstran,- Satu lagi Kepala Desa di barat sungai yang berpendapat terhadap pembelian tanah besar-besaran dan rencana pembuatan bandara di wilayah tersebut. Adalah Kepala Desa Bakalan Sumaryayuk yang menyatakan bahwa peruntukan dan luasan tanah yang dibeli pihak ke tiga hingga saat ini belum ada kejelasan. Untuk itu dirinya berharap agar segera ada penjelasan terkait dengan peta wilayah yang akan dibebaskan.
“Desa kami hingga saat ini belum terkena, tetapi perbatasan dengan desa lain sudah. Informasinya juga akan segera masuk desa kami, tapi belum jelas,” kata Kades Yayuk saat hearing dengan komisi B terkait dengan pengenaan BPHTB jual beli tanah bersama dengan beberapa kepala desa lainya.
Menurut Yayuk, seharunsnya kalau ada perencanaan apapun, termasuk pembangunan bandara, harus ada penjelasan sebelumnya. Dan yang terpenting, agar jangan sampai warga sekitar nantinya dirugikan. “Harusnya ada MOU antara desa dan pihak ke tiga, sehingga nanti warga desa setempat tidak dirugikan. Syukur kalau ada kompensasi seperti pekerjaan dan lain-lain untuk warga desa sekitar,” katanya.
Sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, satu persatu Kepala Desa di wilayah Kecamatan Grogol, Banyakan dan Tarokan angkat bicara terkait pembelian tanah besar-besaran oleh pihak swasta atau yang dikenal dengan aksi borong tanah. Setelah sebelumnya kita angkat pernyataan Kades Tarokan beberapa waktu lalu, kita juga telah mengangkat pernyataan Rahmat Wisuguh, Kades Bulusari, Kecamatan Tarokan.
“Saat ini pembelian tanah masih berlangsung, belum selesai. Hanya saja sudah tidak segencar beberapa waktu yang lalu. Dari data sementara yang sudah kami rekab, saat ini yang sudah terbeli sebanyak 172 bidang, dengan luas 39,3 Hektar. Tetapi memang belum semuanya diproses administrasi jual beli,” kata Rahmat yang gara-gara persoalan jual beli tanah ini mengaku pernah mendapatkan teror itu.
Lebih lanjut dijelaskan, jika pembelian di Desa Tarokan dilakukan oleh PT PDK ( Puri Doho Kediri ), maka di Desa Bulusari menurut Kades Rahmat yang melakukan pembelian adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata PT BDI (Bukit Doho Indah). “Jadi memang tidak dilakukan langsung oleh PT Gudang Garam, tetapi oleh PT BDI,” katanya. Namun ketika ditanya kaitanya dengan rencana pembangunan bandara, Rahmat juga mengaku tidak tahu menahu. Tetapi dirinya mengaku pernah diundang dalam acara sosialisasi pembangunan bandara. (d-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *