berita DAERAH

Kades Tarokan : Infonya Bukan Untuk Bandara

Kediri, demonstran.com– Misteri pembelian tanah besar-besaran alias borong tanah oleh pihak swasta memang benar-benar masih menjadi misteri. Belum ada kesinkronan antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga yang selama ini disebut-sebut sebagai investor. “Kalau yang memberitahu ke desa bukan dari PT Gudang Garam,” kata Supadi, Kades Tarokan ketika bertemu dengan komisi B beberapa waktu yang lalu.

Menurut Supadi, yang datang ke Balai Desa untuk mengurus ijin pembelian tanah adalah piha investor asing. Tujuan pembelian tanah itu juga bukan untuk Bandara melainkan untuk perkebunan dan pariwisata. “Yang datang ke tempat saya bukan dari PT GG, ingat saya namanya Pak Andik dan Pak Rouf, investor dari Singapura. Tahu saya, paspornya memang Singapura,” kata Supadi.

Ketika ditanya, identitas perusahaan mana yang membeli tanah di desanya, Supadi menjelaskan bahwa yang membeli tanah-tanah di desanya adalah sebuah perusahaan yang bernama Puri Dhoho Kediri (PDK). Namun demikian dirinya tidak tahu lebih jauh tentang perusahaan tersebut. “Penjelasan ke saya hanya ingin beli tanah untuk perkebunan dan pariwisata. Itu saja, tidak ada kata-kata sama sekali untuk dibuat bandara,” jelasnya.

Di Desa Tarokan sendiri saat ini sudah terbeli seluas 83,7 Hektar dengan harga yang bervariasi. “Harganya bervariasi. Tetapi yang jelas diatas jauh dengan harga pasaran sebelumnya. Karena dihargai mahal itulah akhirnya masyarakat terpengaruh dan ramai-ramai menjual tanahnya. Saat ini dari pihak PDK juga mengajukan tambahan pembelian sekitar 150 Hektar. Bagi kami tidak ada masalah yang penting terbuka, lha sekarang ini kami tidak tahu apa-apa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Supadi berharap ada penjelasan yang sejelas-jelasnya. “Kalau seperti sekarang, kami yang dirugikan. Harga ditempat kami rendah, sedangkan di desa sebelah sangat mahal,” ujarnya. (d-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *