berita WISATA

Dokar Wisata Gumul, Bersaing dengan Skuter hingga Mobil Cinta

Kediri, demonstran.com – Saat ini, banyak tempat wisata yang menyuguhkan berbagai macam alat transportasi untuk berkeliling tempat wisata. Mulai dari transportasi modern maupun transportasi tradisional. Seperti di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. Di areal wisata tersebut banyak transportasi modern seperti mobil cinta, motor mini, scuter, dan berbagai macam transportasi modern lainnya. Namun, di tempat itu juga ada dokar, transportasi tradisional yang ditarik oleh kuda. Transportasi kuno itu ternyata, banyak diminati karena tarifnya yang murah. Selain itu, transportasi tersebut nyaman dan mengandung nilai edukasi serta sejarah tentang transportasi masa lalu.

Dokar atau yang dikenal dengan delman, merupakan alat transportasi tradisional beroda dua yang ditarik oleh seekor kuda. Di areal Simpang Lima Gumul, kuda yang digunakan untuk menarik dokar berjenis kuda pokol. Kuda jenis itu kekar dan jinak, cocok digunakan untuk menarik dokar.

Di kawasan SLG, hanya ada 7 dokar yang siap untuk disewa para wisatawan. Masing – masing dokar dapat mengangkut 6 hingga 7 penumpang. Meski jumlahnya terbatas, pengunjung tetap rela mengantre demi mendapat kesempatan untuk menaiki transportasi tradisional. Alasannya, naik dokar punya sensasi tersendiri. Pengunjung dapat menaiki transportasi zaman dulu itu untuk berkeliling kawasan monumen yang terinspirasi monumen di Perancis.

Hartono, salah satu kusir dokar menuturkan, di areal wisata yang menjadi ikon Kabupaten Kediri itu, para wisatawan dapat menaiki dokarnya dengan tarif yang terbilang murah. Pengunjung hanya dikenakan biasa sebesar Rp 5 ribu per orang untuk satu kali putaran. “Ada juga pengunjung yang asyik kemudian ingin diputarkan berulang – ulang,” ujarnya sambil mengemudikan dokarnya.

Dokar – dokar itu sejak dini hari sudah terparkir di areal Simpang Lima Gumul. Biasanya banyak pengunjung yang menaiki transportasi tradisional itu saat pagi dan sore hari. Tak kenal usia, tua muda, anak – anak maupun remaja terlihat senang saat menaiki dokar itu. “Disini sejak subuh sampai pukul 17.00 WIB,” tambahnya.

Dalam sehari, para kusir dokar itu dapat mengantongi penghasilan Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Penghasilan mereka masih bisa meningkat saat hari libur. “Kalau pas lagi ramai, biasanya sampai Rp 200 ribu lebih,” katanya.

Dimas, salah satu pengguna transportasi tradisional itu menceritakan, dia memilih dokar untuk berkeliling tempat wisata karena tarifnya yang murah. Selain itu, menurutnya, jarang – jarang bisa menikmati tempat wisata dengan menggunakan transportasi kuno tersebut. “Seru naiknya, selain itu juga murah meriah,” ujarnya.(hya/ran)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *