DAERAH EKONOMI

Dianggap mematikan perekonomiannya, Para Tukang Becak Kediri Demo Tuntut Bubarkan Ojek Online.

Kediri, demonstran.com Ratusan Tukang becak dan ojek konvensional di Kota Kediri lakukan unjuk rasa menolak adanya keberadaan tukang ojek  berbasis online.
Dengan datang secara bersama – sama ratusan tukang becak Kediri ini berbondong – bondong satu sikap datangi kantor Pemkot Kediri untuk menyuarakan aspirasinya.
Diketahui aksi unjuk rasa ini dipicu oleh maraknya tukang ojek online yang saat ini beredar di Kota Kediri, sehingga membuat para tukang becak dan ojek konvensional mengalami kelumpuhan total.
Sebab, hampir sebagian besar masyarakat Kediri terlebih juga para langganan yang semula menjadi priotas bagi tukang becak, sekarang beralih di ojek online semua.
Hal ini disampaikan oleh Mohammad Kusairi koordinator aksi unjuk rasa pada siang hari ini, Selasa (10/10/2017).
Kusairi mengatakan, kedatangan kami kemari ingin bertemu Walikota Kediri secara langsung untuk meminta membubarkan terkait dengan adanya keberadaan tukang ojek berbasis online.
“Pasalnya, dengan adanya ojek online ini, seluruh tukang becak yang ada di Kota Kediri mengalami penurunan penghasilan”. “Bahkan kami saat ini terbilang lumpuh Total,”ujarnya.
Karena apa sambung Kusairi, kami merasa kesulitan untuk mendapatkan penumpang satu orang-pun. Karena semua sudah beralih di ojek online, tidak terkecuali juga langganan – langganan kami juga beralih disana semua.
“Secara Perekonomian kami jelas morat – maret, maka dari itu kami bersama teman – teman seprofesi tukang becak datang kemari untuk meminta kepada Walikota Kediri untuk membubarkan ojek online ini,” ucapnya.
Sementara itu dalam aksi unjuk rasa ini berhasil ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Kediri Budwi Sunu.
“Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada para tukang becak ini yang sudah menjalani aksi unjuk rasa ini secara tertib”. “Pada dasarnya kami menerima aspirasi ini dengan baik”.
“Namun kami juga perlu waktu untuk mengkaji permasalahan ini, karna kita juga tidak bisa pungkiri terkait dengan kemajuan zaman dan kondisi teknologi yang terus berkembang secara pesat. Dan akhirnya hal ini terbukti dengan kondisi yang dialami oleh para tukang becak saat ini yang mengeluhkan terkait dengan pendapatan mereka berkurang. Sementara kita juga tidak bisa menyalahkan tukan ojek online, karena mereka juga sama – mencari nafkah,” ujarnya.
“Namun itu semua lanjut Budwi Sunu, akan kami kaji terlebih dahulu. Dan dalam kurun waktu dekat ini kami akan membuatkan surat tembusan yang kami tujukan kepada Gubernur Jawa Timur terkait permasalahan ini.
Disisi lain, untuk izin aplikasi yang mengeluarkan bukan Pemerintah Daerah akan tetapi kebijakan tersebut yang mengeluarkan langsung dari Pemerintah Pusat,” terang pria berkumis ini.
Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Apip Permana mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, regulasi terkait transportasi online bersifat nasional dan menjadi domain pemerintah pusat. “Ini kan aplikasi. Kebijakannya ada di nasional. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Kediri saja,” ujar Apip.
Soal keluhan para tukang becak yang menganggap pertemuan itu tanpa hasil, Apip mengatakan butuh waktu karena masukan-masukan dan keinginan para abang becak itu nantinya akan menjadi bahan rekomendasi yang akan disampaikan ke tingkat Gubernur.”Lalu rekomendasi itu akan menjadi lampiran pada surat yang diajukan oleh gubernur kepada presiden,” lanjut Apip.
Diketahui dalam aksi unjuk rasa ini para tukang becak membawa sebagian spanduk kecil atau sebeber kain putih sebagai wujud penolakan serta pembubaran ojek onlin. Kain putih tersebut bertuliskan, “Bubarkan Ojek Online. Karena Sudah Mematikan Kami Para Tukang Becak Dan Yang Lain”.(glh/yy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *