berita REFLEKSI

Jumlah Wisatawan Melebihi Jumlah Penduduk Singapura

Catatan Perjalanan TabloidDemonstrankeNegeriJiran ( 18 )

Pengalaman berkunjung ke Malaysia dan Singapura di pergantian tahun 2016 – 2017 bagi kami sangat berharga. Kami berharap pengalaman ini bisa membawa manfaat bagi kami dan juga bagi pembaca tabloid demonstran dan pengunjung www.demonstran.com

Turun dari taksi menuju ke tempat pusat hiburan malam tahun baru di Merlion sebenarnya tidak terlalu jauh. Pak sopir taksi Mr. Ong mencarikan lokasi yang paling dekat. Tetapi karena saat itu sudah mendekati acara dimulai yaitu sekitar pukul 21.30 waktu setempat, maka jalan-jalan akses menuju acara sudah dipenuhi para pengunjung. Jalan-jalan yang biasanya terbuka lebar-lebar sudah penuh pagar polisi dan pagar pembatas untuk mengarahkan para pengunjung biar tidak menumpuk di satu tempat saja.

Memang, setiap tahun baru di semua kawasan wisata yang tersebar di negeri singa tersebut tidak ada satupun yang tidak berjubel. Hampir seluruh wisatawan berasal dari luar negeri. Karena penduduk lokal memang dihimbau untuk tidak pergi ke tempat-tempat yang menjadi favorit wisatawan asing saat menjelang akhir tahun dan awal tahun baru. Tentu saja ini dengan maksud biar kepadatan tidak terlalu overload. Maklum, pada saat-saat seperti itu jutaan wisatawan memasuki negeri yang bersebelahan dengan pulau Batam itu.

“Jumlah wisatawan, kalau pas pergantian tahun bisa mencapai 15 juta orang. Tiga kali lipat jumlah penduduk Singapura. Anda bisa bayangkan, betapa berjubelnya negeri kami. Untuk itu, warga lokal memang dihimbau untuk tidak berdatangan ke tempat-tempat konsentrasi wisatawan asing,” kata Mrs Lie, sambil menyebutkan jumlah penduduk Singapura sebanyak 5 juta orang.

Tentu, dengan luas wilayah Singapura yang hanya seluas Kabupaten dan Kota Kediri, kedatangan tamu wisatawan lima belas juta orang tentu sangat padat. Hampir tidak ada tempat yang kosong. Semua dipenuhi wisatawan, meski kadang tempatnya tidak ada pemandangan apapun. “Yang penting malam tahun baru di Singapura,” kata Fino, teman seperjalanan dari agen travel yang sama.

Nah, tantangan bagi kami sekeluarga adalah bisa menembus kawasan Merlion yang sudah terlanjur padat. Berbagai cara nekad kita lakukan, termasuk harus diam-diam memanjat pagar pembatas. Kesempatan untuk bermalam tahun baru di negara paling maju di kawasan Asia Tenggara itu memang cukup langka. Untuk itu perlu kita kejar, agar bisa mendapatkan tempat yang layak untuk menikmati malam tahun baru. Karena agenda kita tiap tahun berpindah-pindah. Setelah tahun sebelumnya di tanah suci, tahun ini di Singapura, dan untuk tahun baru depan tentu cari tempat yang berbeda…….. ( Nur Wakhid / bersambung )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *