berita REFLEKSI

Ke Legoland Hanya Mengejar Photostop dan Makan-Makan

CatatanPerjalanan TabloidDemonstrankeNegeriJiran( 15 )

Pengalaman berkunjung ke Malaysia dan Singapura di pergantian tahun 2016 – 2017 bagi kami sangat berharga. Kami berharap pengalaman ini bisa membawa manfaat bagi kami dan juga bagi pembaca tabloid demonstran dan pengunjung www.demonstran.com

Sekitar pukul 08.30 wib bus pesiaran (bus pariwisata) sudah siap di halaman hotel, guide kita Mr. Shafiq juga sudah siap menunggu kita disamping bus. Kita yang sejak pagi sudah siap, langsung naik bus tentu saja dengan segala persiapan untuk menikmati area wisata Legoland yang oleh pengelola di klaim sebagai area permainan Legoland terbesar, tidak hanya di Malaysia tetapi di dunia. Tentu saja persiapan yang paling dulu disiapkan oleh anak-anak adalah kamera dan HP. Maklum, ceprat-cepret dan selfie adalah acara wajib di setiap area.

yachyaJam 10 kurang lima belas menit kita sudah sampai di kawasan Legoland, sudah ramai meski tempat wisatanya belum buka. Guide langsung membelikan tiket kita semua, dan langsung dibagikan kepada semua anggota rombongan. Usai dibagi tiket, pas pintu masuk dibuka. Jadi langsung menyerbu ke arena-arena foto, bukan arena permainanya. Karena kebetulan rombongan kita tidak ada anak balitanya, jadi yang banyak diserbu hanya tempat foto-foto saja. Dan tentu saja, tempat-tempat makan hehe…

Sekitar 4 jam di area bermain anak-anak sudah cukup. Kita langsung berkemas menuju bus kembali untuk melanjutkan agenda hari itu. Target kita, pada malam hari harus sudah berada di Singapura. Kita ingin merayakan tahun baru di kawasan Merlion Singapura. Beruntung, semua rombongan sepakat untuk tepat waktu. Jam 14.00 waktu setempat, kita sudah keluar area bermain menuju tempat parkir kendaraan. Dan ketika sudah kumpul semua, kita langsung berangkat menuju Singapura. Perjalanan menuju negara berlambang kepala singa tersebut sudah tidak jauh dari kawasan Legoland. Hanya sekitar setengah jam, kita sudah sampai di imigrasi perbatasan antara Malaysia dan Singapura.

Imigrasi inilah yang terkenal sangat ketat. Terutama bagi turis yang akan masuk Singapura. Sedangkan kalau yang keluar dari Singapura ke Malaysia tidak begitu ketat. Saking ketatnya masuk ke Singapura, sejak pagi guide sudah mengingatkan apa yang harus dilakukan, apa yang boleh dibawa dan apa yang tidak boleh dibawa. Karena resikonya, bila tidak mematuhi aturan bisa kena sanksi dan denda yang cukup besar. Barang-barang yang memang dilarang masuk akan di cek berkali-kali. Jika dilarang, langsung diambil oleh petugas dan orangnya diinterogasi…………….( Nur Wakhid / bersambung )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *