berita REFLEKSI

Semalam di Johor Bahru, Terasa Gaya Indonesia

CatatanPerjalanan TabloidDemonstrankeNegeriJiran( 14 )

Pengalaman berkunjung ke Malaysia dan Singapura di pergantian tahun 2016 – 2017 bagi kami sangat berharga. Kami berharap pengalaman ini bisa membawa manfaat bagi kami dan juga bagi pembaca tabloid demonstran dan pengunjung www.demonstran.com

20136380_173259303215745_291662859_nUsai mengunjungi Melaka, kita langsung menuju Johor Bahru, dan mampir beberapa jam di JPO (Johor Premium Outlet) untuk berjalan-jalan dan mengantar rombongan yang ingin berbelanja. Sampai di Hotel Sentral yang ‘asli’ waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, setelah sebelumnya sempat boyongan koper di Hotel Sentral ‘salah sasaran’ dan bolak-balik ke bus. Ini memang agak aneh, satu kota dalam jarak yang tidak jauh ada hotel yang namanya sama. Saya kira satu group, atau pemiliknya sama, ternyata hotel tersebut tidak berhubungan antara satu dengan yang lain. Dan guide kita juga sempat salah alamat. Kita juga ikut salah alamat deh…

Nah, tentang salah alamat tidak perlu kita bahas terlalu panjang. Karena berkat salah alamat ini pula, saya merasa bahwa suasana di Johor Bahru tidak jauh berbeda dengan suasana di Indonesia. Ruwetnnya pasar sore, engkel-engkelannya saat berebut sesuatu, serta muncul bahasa-bahasa melayu gaya Indonesia. Pokonya suasananya gaya Indonesia banget, khususnya daerah Medan dan sekitarnya. Tapi ketika kami tanyakan pada guide, apakah daerah sini seperti daerah Medan? Ternyata tidak. Yang berhubungan darah justru dengan orang-orang Bugis. Nah… ternyata Indonesia banget.

Akhirnya, kita sampai di hotel yang asli dengan sedikit kelelahan. Maklum seharian kita berjalan dan berjalan. Senang tapi capek, capek tapi senang. Dan akhirnya kita buru-buru ke kamar untuk istirahat hingga terbangun saat suara adzan subuh terdengar dari kamar. Kita segera sholat dan langsung mandi serta persiapan untuk agenda berat selanjutnya di hari itu. Dan tentu saja, yang kita tunggu-tunggu adalah sarapan pagi bersama dan melihat pemandangan sekitar hotel di pagi hari.

Sambil menunggu sarapan, saya melihat-lihat daerah sekitar. Banyak bahasa-bahasa dan tulisan-tulisan bahasa Melayu yang menurut saya agak lucu-lucu. Dan untuk bahasa yang aneh dan lucu ini nanti akan ada catatan khusus. Penasaran? Ikuti terus tulisan kecil ini di tabloid kita tercinta dan website nya.

20120932_173259253215750_222685008_nSekitar jam setengah tuju kita sudah siap sarapan. Kita sengaja ambil waktu pagi, karena setelah ini ada wahana yang akan kita kunjungi dan perlu waktu yang lama untuk berkeliling di wahana yang cukup luas dan terkenal, yaitu Lego Land. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, kita sudah siap di loby tentu saja sudah beserta koper dan segala barang bawaan, karena rencana kita usai dari Lego Land kita akan terus menuju ke Singapura dan menginap di negeri singa itu. Tepat malam tahun baru, kita berharap sudah berada di Merlion untuk menikmati pergantian tahun di tempat yang sangat terkenal itu…….. ( Nur Wakhid / bersambung )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *