berita KRIMINAL POLITIK

Semarak Lebaran, Macet Berkurang

HL LEBARAN

Mengkreng Masih Jadi Pusat Perhatian

Laporan Tim Liputan Tabloid Demonstran
Idul Fitri telah tiba. Berbagai kesibukan mewarnai datangnya hari kemenangan yang dinantikan seluruh umat muslim di dunia. Seperti tahun sebelumnya, lebaran tahun ini tetap ditandai dengan tradisi mudik. Petugas kepolisian beserta instansi terkait bergerak mengantisipasi berbagai potensi halangan mudik, salah satunya kemacetan.
——–
Di wilayah Kabupaten Kediri, titik kemacetan yang terus menjadi pantauan adalah simpang tiga Mengkreng di Kecamatan Purwoasri. Persimpangan jalan ini rawan macet akibat penumpukan kendaraan dari 3 daerah, yakni Jombang, Nganjuk, dan Kediri.
Ribuan kendaraan bermotor tumpah ruah di titik tersebut mulai jauh hari di awal mudik hingga hari H lebaran. Tak kurang dari 12 ribu kendaraan bermotor telah melalui simpang Mengkreng pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB pada H+1 lebaran lalu.

Data dari Satlantas Polres Kediri tercatat sebanyak 3951 sepeda motor, mobil pribadi 3368 dan 28 angkutan umum bus dari arah Surabaya menuju Nganjuk. Sedangkan, ada 1584 sepeda motor, 1293 mobil pribadi dan 21 angkutan umum bus mengarah dari Nganjuk menuju Surabaya.

Di sisi lain, sekitar 1034 sepeda motor, mobil 894 serta 16 kendaraan umum bus arah Surabaya menuju Kediri. Selain itu, dari arah Nganjuk menuju Kediri terpantau ada 343 sepeda motor dan 221 mobil pribadi. Dari foto udara terlihat kepadatan kendaraan juga terjadi di sepanjang perempatan Dusun Plumpungan Desa Baron Kabupaten Nganjuk.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian kondisi lalu lintas di sepanjang jalan nasional Surabaya-Nganjuk terpantau padat merayap di sejumlah titik. Bahkan cenderung terjadi kemacetan di Wilangan sampai ke Saradan.

Kepadatan makin terasa ketika menginjak H+2 lebaran.  Aparat Satlantas Polres Kediri, Jawa Timur, Selasa (27/6/2017) sore, mengungkapkan mulai terjadinya perubahan arah kendaraan yang dominan memadati simpang tiga Mengkreng, Kabupaten Kediri, Jatim. Kendaraan dari arah Madiun ke arah Surabaya kini lebih dominan memadati pertigaan itu ketimbang arah sebaliknya.

Sejumlah pengendara diarahkan memanfaatkan jalur alternatif. Pengendara dari Nganjuk bisa memanfaatkan jembatan Keludan di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, lewat Pare, ke Jombang, dan ke Surabaya. Begitu juga dengan pengendara dari arah Kediri yang hendak ke Jombang ataupun Surabaya bisa memanfaatkan jalur yang mengarah ke Jombang.

Pengendara tidak perlu antre lewat jalur simpang Mengkreng yang menghubungkan Jombang-Kediri ataupun Jombang-Madiun tersebut. “Arus masih padat merayap, jadi kami menganjurkan pengendara memanfaatkan jalur alternatif. Misalnya memanfaatkan jembatan keludan di Kecamatan Papar, tersebut,” katanya.

Sementara itu, untuk puncak arus balik, akan terjadi mendekati hari masuk dinas, yaitu Senin (3/7/2017). “Untuk puncaknya kemungkinan akhir pekan. Kan untuk masuk dinas juga masih Juli mendatang,” katanya.

Terkait dengan kecelakaan lalu lintas di sekitar Simpang Mengkreng selama arus mudik Lebaran 2017 ini, ia mengatakan masih nihil. Tingkat kecepatan kendaraan tidak tinggi, sebab laju padat merayap. Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar pengendara berhati-hati selama berkendara, mengingat arus lalu lintas padat. Jika pengendara merasa letih di jalan ataupun mengantuk dianjurkan untuk istirahat.

Kapolda Lakukan Pemantauan
Sebelum arus mudik, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin meninjau kesiapan jalur mudik 2017 di sejumlah tempat Kediri, Nganjuk dan Jombang, Kamis siang (08/06/2017). Kapolda beserta jajaran ingin memastikan kesiapan jalur dan antisipasi pihak Polres apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas.
Peninjauan jalur mudik diawali di Simpang Tiga Mengkreng Desa Mekikis Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan tersebut Kapolda mendengarkan paparan tiga Kapolres yang berbatasan langsung dengan pertigaan Mengkreng yaitu Kapolres Kediri, Jombang dan Nganjuk.

Menurut Kapolda Jatim, mengacu pada data dua tahun terakhir, biasanya simpang tiga Mengkreng akan mengalami peningkatan volume kendaraan mulai H-7 hingga H+7 lebaran. Kondisi ini diperparah adanya perlintasan kereta api serta jalur pertigaan yang menghubungkan tiga kabupaten tersebut.

“Namun data dua tahun terakhir sudah tidak terjadi kemacetan seperti tahun sebelumnya. Kita optimis tahun ini juga demikian. Jajaran Polres sudah siap mengantisipasi hal tersebut,” ungkap Kapolda jatim.

Untuk mengurangi beban jalur tengah ini, pihak kepolisian sangat berharap kepada operator jalan tol agar dapat menyelesaikan ruas tol Kertosono Jombang. Dengan difungsikan sementara tol ini, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di simpang Mengkreng, yang pada tahun sebelumnya jumlah kendaraan yang melintas pada puncak arus mudik mencapai 13 ribu kendaraan perjamnya.

Kita menunggu kesiapan jalur tol Kertosono Jombang. Janjinya proyek tol tersebut akan selesai tanggal 16 Juni. Itu sudah termasuk pembangunan jembatan bailey,” kata Kapolda.

Seperti diketahui, jalur tol Kertosono bandar Kedungmulyo Jombang saat ini tengah dikebut pembangunannya. Sejumlah titik memang masih belum tersambung sehingga perlu disiapkan jembatan sementara.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin menghimbau kepada penguna jalan pada saat arus mudik untuk mentaati aturan dan arahan petugas lalu lintas. “Jangan berhenti seenaknya di simpul-simpul kemacetan seperti pusat oleh-oleh agar tidak mengganggu kelancaran,” pinta Kapolda.

Usai meninjau kesiapan arus mudik di Simpang Tiga Mengkreng, Kapolda dan rombongan melanjutkan tinjauan ke akses tol Kertosono.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *