KRIMINAL

Ratusan PKL Demo Pembatasan Waktu Jualan

Kediri, demonstran.com – Penetapan jadwal atau waktu jualan oleh Pemkot Kediri menuai protes dari kalangan pedagang kaki lima (PKL). Ratusan PKL yang mengatasnamakan Aliansi Paguyuban PKL se-Kota Kediri meluruk Balai Kota Kediri untuk berunjuk rasa menolak aturan baru tersebut.

“Kami menolak keras terbitnya Perwali No 37 Tahun 2015 beserta lampiran jadwal atau waktu jualan walaupun bersifat sementara. Pemkot Kediri harus mencabutnya,” teriak Gatot, Koordinator massa dalam orasinya, Senin (11/1/2016).

Dalam aksinya, PKL membawa berbagai poster tuntutan. Di antaranya, ” Ojo Dumeh Dadi Penguasa Terus Sak Penake Dewe, PKL adalah Penggerak Ekonomi Rakyat.” Mereka merasa terusir akibat lahirnya Perwali 37/2015.

Para PKL mengaku, bersedia diajak dialog untuk mencari jalan keluar untuk penataan PKL, sekaligus pemberdayaan bersama Disperindagtamben. Tetapi apabila pemerintah tetap memberlakukan perawali 37/2015, maka PKL mengancam akan melakukan perlawanan baik secara administratif maupun secara fisik.

” Bilamana Perwali 37/2015 tetap dipaksakan maka kami akan melakukan gugatan. Kami akan melapor ke pemerintahan yang lebih tinggi, kepada berwenang secara hukum dan akan melakukan tuntutan dan permohonan pembelaan melalui DPRD Kota Kediri. Kami juga akan melakukan unjuk rasa besar-besaran,” tandas Gatot mengancam.

Aksi unjuk rasa PKL ini mendapat kawalanan ketat dari ratusan aparat Kepolisian dan Satpol PP. Akibat aksi ini, Jalan Raya di sekitar Balaikota Kediri ditutup sementara. Sedangkan sejumlah perwakilan massa saat ini sedang ditemui jajaran pejabat Pemkot Kediri.

Untuk diketahui pada Perwali 37/2015, PKL hanya diperbolehkan berdagang malam hari sejak pukul 17.00 WIB sampai 05.00 WIB. Sementara siang hari tidak diperbolehkan berjualan‎. PKL mengaku, keberatakan karena pada malam hari tidak ada yang membeli.

“Dalam Perwali itu, jam berjualan PKL tidak ada satu hari penuh. Seperti saya yang jualan di sekitar sekolah, harus pulang sebelum jam sekolah berakhir. Padahal pembeli saya terbanyak adalah siswa,” keluh Roni, salah satu PKL disela berunjuk rasa. (BrtJtm)